0

RIFAN FINANCINDO PEKANBARU | Harga Emas Jatuh Bangun Di Tengah NATO Summit

RIFAN FINANCINDO PEKANBARU  –  Harga emas naik terbatas di sesi Eropa Kamis (12/Juli) sore ini, sehubungan dengan perkembangan NATO Summit di Brussels yang dihadiri Donald Trump. Kenaikan muncul saat Trump mengancam akan keluar dari NATO. Namun kemudian, harga emas turun setelah muncul kesepakatan. Selain itu, masalah perang dagang AS-China juga mempengaruhi harga emas, meski dampaknya masih dikesampingkan.

emas

Harga Emas Sempat Naik

Harga emas naik setelah Trump dengan blak-blakan mengatakan bahwa NATO tak adil, karena hanya Amerika Serikat yang bekerja keras memenuhi anggaran pertahanan minimal 2 persen yang menjadi aturan komunitas tersebut. Amerika menghabiskan 3.5 persen GDP-nya untuk biaya pertahanan tahun lalu, dan bahkan jauh lebih besar di tahun-tahun sebelumnya. Yang membuat Trump geram dan mengancam akan keluar dari NATO adalah, dari 29 negara anggota NATO, hanya 3 negara yang melampaui batas 2 persen.

Harga emas spot naik 0.2 persen ke $1,244 per troy ons pada pukul 14:00 WIB siang tadi, setelah turun drastis di sesi sebelumnya sampai 1 persen, menghantam level terendah satu pekan di harga $1,240.89 per troy ons. Sementara itu, emas futures untuk pengiriman Agustus di Comex New York tak banyak berubah dari posisi $1,244 per ons.

Harga Emas Turun Pasca Konferensi Pers Trump

Saat berita ini ditulis pukul 18:15 WIB, harga emas kembali bergerak turun seiring dengan munculnya kabar terbaru dari konferensi pers mendadak yang digelar Trump di Brussels. Presiden AS tersebut mengatakan bahwa semua negara yang tergabung dalam NATO, kini telah sepakat untuk meningkatkan anggaran belanja pertahanannya setelah didesak Trump. Kenaikan harga emas pun membentur puncak dan bergerak turun lagi, seperti yang terlihat pada grafik XAU/USD di bawah ini:

XAUUSD

Ada Pengaruh Dari Perang Dagang

Selain NATO Summit, fluktuasi pergerakan harga emas hari ini tampaknya juga dipengaruhi oleh kekhawatiran terkait isu perang dagang. Pasar kemungkinan masih was-was menanti serangan balik dari China, yang dikabarkan sedang direncanakan sebagai respon atas penerapan bea impor tambahan dari Trump.

“Hari ini lagi-lagi menjadi satu hari dimana kekhawatiran terhadap dampak perang dagang memberikan daya tarik bagi emas,” kata Naeem Aslam, analis dari ThinkMarkets. Ia menambahkan bahwa Trump serius dengan kebijakan impornya untuk China. Sekali lagi, reaksi balasan dari China masih ditunggu dan inilah yang membuat eskalasi konflik meningkat. Aslam mengatakan, kemungkinan bullish emas akan berlangsung sedikit lebih lama walaupun masih dibayangi bearish.

Tinggalkan Balasan