RIFANFINANCINDO | Harga Emas Jatuh Ke 1281 Begitu Tensi Perang Dagang AS-China Reda

RIFANFINANCINDO – Harga emas turun mendekati level rendah lima hari di sesi Eropa Senin (21/Mei) sore ini. Penguatan Dolar yang ditunjang oleh pernyataan Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, tentang ditundanya perang dagang antar AS dan China, membuat permintaan terhadap emas mengalami penurunan.

emas

Harga emas spot turun 0.6 persen ke kisaran $1,283.30 per troy ons pada pukul 13:58 WIB, setelah menyentuh harga $1,281.76, terendah sejak tanggal 27 Desember. Sementara itu, harga emas futures untuk pengiriman Juni di Comex New York, turun 0.7 persen ke harga $1,282.50. Harga emas Antam tidak berubah dari akhir pekan lalu, yakni Rp652,000 per gram, dengan buyback price Rp580,000 per gram.

Gejolak Perang Dagang Mereda, Kilau Emas Pudar

Dalam pernyataannya kepada media hari Minggu kemarin, Menkeu Mnuchin mengatakan bahwa pihaknya sedang “menangguhkan” perang dagang dengan China. AS dan China masih melakukan negosiasi mengenai bea impor yang akan diterapkan satu sama lain. Selama negosiasi masih dalam proses dan belum ada kejelasan, maka kebijakan bea impor yang sebelumnya ditetapkan oleh kedua negara itupun dibatalkan.

Meredanya ketegangan antara AS dan China membuat para investor kembali melirik aset-aset berisiko seperti Dolar AS, dan meninggalkan aset safe haven seperti emas dan Yen. Menurut Kepala Analis ThinkMarkets, Naeem Aslam, harga emas di bawah tekanan penguatan Dolar AS.


“Istilah ‘ditangguhkan’ merupakan istilah yang menyalakan minat risiko … Ditiadakannya bea impor dan pernyataan saling ancam antara China dan AS seperti sebelum ini, membuat harga emas menurun,” kata Aslam.


Analis tersebut menambahkan bahwa dua event besar pekan ini, yaitu rilis notulen FOMC dan pidato Ketua The Fed Jerome Powell, diperkirakan belum bisa menjinakkan keganasan Bull Dolar AS. Oleh sebab itu, kecil harapan untuk menyaksikan kenaikan harga emas.

Di samping itu, media resmi pemerintah China hari ini menyatakan apresiasinya terhadap meredanya ketegangan dagang antara China dan AS. China mengharapkan kedua negara dapat mencapai win-win solution dan meningkatkan kerja sama bisnis.

“Kita memiliki kombinasi dua faktor, fundamental dan teknikal, yang memang tidak mendukung bagi harga emas. Selama Dolar masih berada di sisi penguatan, maka emas akan berada di bawah tekanan,” kata Dominic Schnider dari UBS Wealth Management, Hong Kong, yang dikutip oleh Reuters.  ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : Rifanfinancindo

Sumber : seputarforex