Rifanfinancindo | Harga Emas Kurang Tenaga Untuk Tembus Ambang USD1300

Rifanfinancindo Pekanbaru –  Rilis notulen rapat kebijakan moneter bank sentral AS (Federal Open Markect Committee/FOMC) tadi malam menunjukkan bahwa meski para pejabat Federal Reserve menilai kenaikan suku bunga tetap bisa dilakukan pada bulan Desember mendatang, tetapi kondisi pasar finansial dianggap rawan. Pandangan tersebut menjatuhkan nilai Dolar AS seketika, serta melonjakkan harga Emas kembali mendekati level tertinggi bulan ini. Namun, Kamis pagi ini (23/November) harga Emas nampak berbalik melandai.

Harga Emas Kurang Tenaga Untuk Tembus Ambang Harga

Gold Spot XAU/USD bergerak minus 0.17% ke $1,290.04 saat berita ini ditulis. Harga Emas Antam juga berada pada posisi lebih rendah ketimbang harganya hari Senin lalu, yakni pada Rp626,000 per gram, dengan buyback dihargai Rp559,000 per gram.

Ada Indikasi Instabilitas Pasar Finansial AS

Notulen FOMC November menyebutkan bahwa mayoritas pejabat tinggi bank sentral AS optimis dalam menilai pertumbuhan ekonomi AS. Bidang Ketenagakerjaan, Belanja Konsumen, dan Industri Manufaktur menampilkan pertumbuhan solid. Ada sedikit perbedaan pandangan mengenai laju inflasi, tetapi sentimen secara umum masih positif. Oleh karenanya, mereka setuju suku bunga dinaikkan dengan segera.

Namun, notulen tersebut juga menyoroti evaluasi pasar finansial yang kurang sedap. Pasar Saham telah melaju kencang selama tahun 2017, berulang kali mencetak rekor tinggi baru, dan nilainya terus meroket hingga triliunan Dolar AS berkat pendapatan korporasi yang lebih tinggi dan ekspektasi pasar akan dirilisnya Reformasi Pajak AS. Oleh karena itu, sejumlah anggota rapat FOMC mengekspresikan kekhawatiran mereka pada apa yang mungkin terjadi jika mendadak pasar terpukul.

“Dalam hal valuasi aset yang membengkak dan rendahnya volatilitas pasar finansial, sejumlah partisipan (rapat FOMC) menyatakan kekhawatiran tentang potensi penumpukan instabilitas finansial. Mereka khawatir kalau pembalikah harga aset secara tajam bisa berdampak merusak bagi perekonomian.”

Sebagaimana lazim terjadi, Emas sebagai aset safe haven pun langsung diburu pelaku pasar lantaran ada indikasi kekhawatiran seperti ini, melonjak dari $1,280.61 pada hari Selasa ke $1,292.06 pada penutupan hari Rabu. Di sisi lain, Indeks Dolar AS longsor dari 93.952 ke level terendah bulanan pada 93.236 dalam kurun waktu yang sama.

Apalagi, data ekonomi penting Durable Goods Orders yang umum dianggap sebagai proxy bagi rencana belanja perusahaan-perusahaan AS, ternyata mengalami penurunan terparah dalam satu tahun. Dalam basis bulanan, Goods Orders Non Defense Ex Air menurun 0.5% sepanjang Oktober, sedangkan headline Durable Goods Orders merosot 1.2%.

Mood Bullish Emas Gagal Bangkit

Terlepas dari adanya kekhawatiran sebagian pengambil kebijakan moneter di Amerika Serikat terhadap kondisi pasar finansial maupun buruknya data Durable Goods Orders, Notulen FOMC tersebut mengkonfirmasi kenaikan suku bunga bulan Desember sebagai suatu langkah yang sudah pasti akan diambil. Karenanya, begitu keterkejutan pasar tadi malam mereda, harga Emas kembali bergerak mundur pagi ini, meski indeks Dolar AS masih terpuruk di kisaran 93.180.

Omkar Godbole dari FXStreet menilai Emas kesulitan untuk menembus level psikologis $1300. Ia mencatat, “Logam kuning kekurangan energi untuk reli hingga melampaui level $1290-1295. Juga, pembalikan risiko Emas menunjukkan aksi jual Dolar AS telah gagal membangkitkan moodbullish di pasar Options.” ( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat :  ​Rifanfinancindo 

Sumber : seputarforex