Harga Emas Masih Lemah Meski Pidato Trump Mengecewakan

Rifan Pekanbaru – Harga emas di sesi Asia pada hari Rabu (01/03) terpantau mengalami penurunan meski pidato Donald Trump telah mengecewakan sebagian besar pelaku pasar. Hal ini terjadi karena adanya probabilitas tinggi FED rate hike bulan Maret. Saat berita diturunkan, pair XAU/USD diperdagangkan di kisaran level harga 1,243 Dolar AS. Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (Antam), Tbk turut menurun menjadi Rp 593,000 daripada sebelumnya di level Rp 597,000.

Harga Emas Melemah Meski Pidato Trump Mengecewakan

Pada Comex New York Mercantile Exchange, harga emas berjangka untuk pengiriman bulan April turun sebesar 0.83 persen ke level harga 1,243 Dolar AS per troy ons. Sedangkan harga perak futures untuk pengiriman bulan Mei berada di kisaran 18.32 Dolar AS per troy ons;dan harga tembaga futures untuk pengiriman bulan Mei ke level 2.7360 Dolar AS per pound, mengalami kenaikan sebesar 0.81 persen.

Donald Trump Tidak Memberikan Detail Rencana Kebijakannya

Harga emas terpantau hanya turun tipis setelah pidato Presiden AS, Donald Trump. Kondisi ini terjadi karena dalam pidatonya, Trump tidak memberikan detail rencana kebijakannya terkait imigrasi dan reformasi pajak. Lagi-lagi ia hanya berjanji untuk merombak sistem imigrasi, memperbaiki pasar tenaga kerja dan akan melaksanakan kebijakan untuk meringankan pajak secara masif tanpa memberikan rincian.

“Pidato Donald Trump sangat kurang jelas karena ia tidak mengungkapkan detail rencananya dan tidak ada pengumuman kebijakan baru disana,” kata Jeffrey Halley, analis senior di OANDA. Ia memprediksi, mata uang Dolar AS akan melemah dan emas bisa jadi reli. “Kunci untuk pergerakan arah pasar saat ini adalah recana kebijakan ekonomi Trump, pasar sudah terlalu lama menunggu bagaimana aktualisasi rencana kebijakannya,” ujar James Woods, analis di Rivkin, Sydney.

Harga Emas Masih Tertekan Komentar Hawkish Petinggi The Fed

Selama sesi perdagangan kemarin, harga emas telah terkoreksi sebesar 0.51 persen, sejalan dengan adanya aksi profit taking para investor. Penurunan harga emas yang signifikan juga dipicu oleh beberapa pernyataan hawkish pejabat The Fed. Presiden The Fed New York, William Dudley menyatakan, hal-hal sehubungan dengan pengetatan kebijakan moneter menjadi isu yang menarik sejak terpilihnya Donald Trump.

Sedangkan menurut Presiden The Fed San Francisco, John Williams, ketika kondisi ketenagakerjaan menguat dan tingkat inflasi meningkat, tidak ada alasan untuk menunda rate hike. Ia menambahkan, “isu terkait dengan kenaikan tingkat suku bunga AS akan dipertimbangkan dengan serius dalam pertemuan FOMC bulan Maret nanti”. Berdasarkan The Fed Watch Tool milik CME Group, probabilitas kenaikan tingkat suku bunga AS untuk bulan Maret adalah sebesar 62 persen, naik daripada sebelumnya 31 persen.

Setelah dikecewakan oleh ketidakjelasan Donald Trump, fokus pasar saat ini adalah pada pidato ketua The Fed, Janet Yellen hari Sabtu mendatang. Jika pernyataan Yellen hawkish, maka emas akan menurun karena penguatan mata uang Dolar AS.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat :  PT Rifan Financindo

Sumber : seputarforex