0

RIFAN FINANCINDO PEKANBARU | Harga Emas Masih Terpuruk, Antisipasi UU Pajak AS

RIFAN FINANCINDO PEKANBARU – Harga Emas jatuh ke level terendah dalam enam pekan tadi malam, sejalan dengan kian meningkatnya optimisme pasar dalam mengantisipasi disahkannya rencana perombakan Undang-Undang Pajak di Amerika Serikat. Gold Spot XAU/USD ditutup pada 1,266.71 kemarin, kemudian bergerak -0.07% ke 1,264.93 saat berita ditulis hari Rabu pagi ini (6/Desember). Emas Antam di LM Jakarta Pulogadung dihargai Rp614,000 per gram, dengan harga buyback ditentukan pada Rp562,000 per gram.

Harga Emas Terpuruk Antisipasi UU Pajak AS

Dampak Perombakan Pajak AS

Indeks Dolar AS (DXY) reli dua hari berturut-turut setelah Senat AS meloloskan rancangan UU Pajak baru yang memuat rencana pemangkasan pajak besar-besaran. Pada penutupan perdagangan kemarin, Indeks Dolar AS di Bloomberg naik ke level tertinggi dua pekan pada 93.222.

Rencana pemangkasan pajak AS akan berdampak besar bagi perekonomian negeri Paman Sam, khususnya karena terdapat klausa pemotongan Pajak Korporasi dari 35% menjadi 20%. Dengan pajak lebih rendah, maka perusahaan-perusahaan akan lebih bebas berekspansi, merekrut lebih banyak tenaga kerja, dan membuka unit-unit usaha baru. Ekspektasi pendapatan perusahaan-perusahaan AS bakal meningkat setelah pemangkasan pajak dilaksanakan, telah mendorong para investor melepas berbagai macam aset finansial lain demi memborong saham-saham di bursa AS.

Kondisi ini menyusutkan permintaan dan justru meningkatkan eksekusi jual atas Emas di pasar berjangka. Di sisi lain, pasar juga mengantisipasi kenaikan suku bunga AS yang kemungkinan diumumkan pertengahan pekan depan. Sebagai aset yang tak memberikan return dalam bentuk bunga, Emas pun dicampakkan.

Perlu Rekonsiliasi Di Parlemen

Rencana perombakan pajak AS bukannya tanpa rintangan. Selain menghadapi kekhawatiran banyak pihak kalau reformasi pajak tersebut bakal melonjakkan defisit anggaran negara, Parlemen AS pun masih mengalami perpecahan mengenai rincian di dalamnya.

Di Parlemen AS yang menganut sistem bikameral, sebuah rancangan undang-undang perlu disahkan oleh House of Representative dan Senat, sebelum mencapai bentuk final yang dapat diimplementasikan oleh pemerintah di bawah komando Presiden. Namun, rancangan UU Pajak baru yang diloloskan oleh House of Representative dan Senat secara terpisah, memiliki kandungan berbeda. Kedua pihak perlu melakukan rekonsiliasi sebelum akhir tahun ini, agar kodifikasi pajak baru dapat diimplementasikan dalam tahun fiskal mendatang.

Pada hari Senin, House telah sepakat untuk mengikuti konferensi bersama Senat guna membahas mengenai legislasi pajak ini. Dalam pekan ini, Senat juga diekspektasikan bakal mengadakan voting serupa, yang hasilnya menentukan apakah Senat akan berjumpa dengan House di meja negosiasi formal.

Fokus pasar pada rencana reformasi pajak dan kenaikan suku bunga AS, mengaburkan perhatian dari berbagai gejolak di bagian-bagian dunia lainnya. Diantaranya rencana penerbangan pesawat Bomber B1 milik AS melintasi semenanjung Korea hari ini sebagai bagian dari pelatihan militer tahunan; sebuah aksi yang sebelumnya disebut Pyongyang dapat mendorong kawasan tersebut ke “tepi perang nuklir”. ( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat : Rifan Financindo 

Sumber : seputarforex

Tinggalkan Balasan