Harga Emas Masih Tertekan Jelang Data Inflasi Tiongkok

Rifan Financindo Berjangka ? Pergerakan bursa komoditas logam mulia di hari Selasa(10/3), harga emas dan perak terpantau diperdagangkan lebih rendah ketika meningkatnya permintaan dollar AS menjelang dirilisnya laporan inflasi di wilayah Tiongkok.

Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, emas berjangka pengiriman April telah diperdagangkan lebih rendah 0.06% di level $1.165.80 per troy ounce di divisi Comex, New York Mercantile Exchange. Pergerakan harga emas hari ini terlihat bergerak menyentuh level 1.165.40 untuk sesi terendah harian dan level $1.167.00 untuk sesi tertinggi harian.

Sedangkan pada perak berjangka pengiriman Mei telah diperdagangkan lebih rendah 0.37% di level $15.718 per troy ounce dengan bergerak menyentuh level $15.692 untuk sesi terendah harian dan level $15.743 untuk sesi tertinggi harian.

Pada pergerakan harga logam berjangka hari ini masih terpantau bergerak pada level rendah sejak Desember 2013 lalu ketika greenback mengalami rally tajam yang dipengaruhi atas menguatnya kondisi pasar tenaga kerja di wilayah Amerika.

Sementara itu, laporan inflasi di wilayah Tiongkok diperkirakan akan memberikan gejolak pergerakan harga emas dan perak pagi ini, dimana survei ekonom telah memperkirakan bahwa tingkat inflasi konsumen Tiongkok akan naik sebesar 1.0% Februari.

Sejalan dengan meningkatnya tingkat inflasi konsumen Tiongkok tersebut, biasanya akan mendorong harga emas untuk mengalami penguatan. Akan tetapi, pelemahan harga emas juga dapat terjadi apabila tingkat inflasi konsumen Tiongkok mengalami penurunan.

Sumber :?http://financeroll.co.id/news/harga-emas-masih-tertekan-jelang-data-inflasi-tiongkok/