PT RIFAN FINANCINDO | Harga Emas Mejeng Di Tertinggi 16 Bulan Versus Dolar

PT RIFAN FINANCINDO PEKANBARU – Harga Emas mencatatkan kenaikan harga penutupan untuk pekan ke-16 berturut-turut pada hari Jumat malam, setelah rilis data NFP (Non-Farm Payroll) menunjukkan performa pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang lebih buruk dibanding ekspektasi awal. Di awal perdagangan sesi Asia pagi ini (8/Januari), Gold Spot XAU/USD kembali merayap naik 0.03% ke 1320.78, setelah sempat melandai dari atas level 1322 pada detik-detik menjelang rilis data NFP.

Harga Emas - ilustrasi

Menurut Departemen Ketenagakerjaan AS, perekonomian hanya mampu menciptakan 148,000 pekerjaan di sektor Non-Farm pada bulan Desember 2017. Angka tersebut jauh di bawah ekspektasi yang sebelumnya dipatok pada 190,000. Akan tetapi, rilisan tersebut ditanggapi beragam oleh pelaku pasar, karena Non-Farm Payroll untuk periode November direvisi naik, sedangkan tinggi Rerata Gaji Per-Jam sesuai ekspektasi.

Harga Emas hanya mengalami sedikit perubahan menyusul kabar tersebut, berbeda dari pergerakan drastis pada XAU/USD yang umumnya mengiringi rilis data NFP AS. Harga Logam Mulia lainnya pun ditutup beragam pada pekan lalu. Harga Perak melandai ke $17.26 setelah sempat menyentuh level tertinggi enam pekan pada $17.32 per troy ons. Platinum naik 0.48% ke level tertinggi tiga setengah bulan pada $974.90, sedangkan Paladium justru turun 0.67% ke $1,087.40 per ons.

Ke depan, pelaku pasar akan kembali mengamati publikasi data-data ekonomi dari Amerika Serikat, yang berdampak penting bagi pasar komoditas dikarenakan peranan Dolar AS sebagai perantara utama dalam perdagangan internasional. Khususnya, data-data terkait inflasi dan pidato pejabat bank sentral yang bisa memberikan petunjuk mengenai kenaikan suku bunga AS berikutnya. Jika suku bunga meningkat dan Dolar AS terapresiasi, maka itu bisa membebani harga Emas ke depan.  ( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat :  PT Rifan Financindo 

Sumber : seputarforex