Harga Emas Mendaki, Dipicu Ketidakpastian Donald Trump

PEKANBARU – Kebingungan pasar tentang perdagangan AS dan penerapan kebijakan imigrasi Trump telah membuat harga emas di sesi Asia pada hari Rabu (01/02) meningkat kembali. Selain itu, pelaku pasar kini tengah menunggu keputusan dan pengumuman tingkat suku bunga oleh the Fed nanti malam. Saat berita diturunkan, pair XAU/USD diperdagangkan di kisaran 1,210 Dolar AS. Harga emas batangan pecahan 1 gram bersertifikat di Logam Mulia milik PT Antam, Tbk menguat menjadi Rp 587,000 daripada sebelumnya di level Rp 583,000.

Harga Emas Mendaki, Dipicu Ketidakpastian Kebijakan Donald Trump

Pada Comex New York Mercantile Exchange, harga emas berjangka untuk pengiriman bulan April naik sebesar 0.07 persen ke level harga 1,212 Dolar AS per troy ons. Sedangkan harga perak futures untuk pengiriman bulan Maret berada di kisaran harga 17.53 Dolar AS per troy ons ;dan harga tembaga futures untuk pengiriman bulan Maret diperdagangkan di level 2.724 Dolar AS per pound, mengalami penurunan sebesar 0.11 persen.

Selama sesi perdagangan kemarin, harga emas menguat cukup signifikan karena permintaan aset save haven naik. Hal ini terjadi sejalan dengan pelemahan mata uang Dolar AS karena komentar Donald Trump tentang devaluasi mata uang di negara lain.

Trump Jadi Faktor Pendorong Harga Emas

Sejauh ini pelemahan mata uang Dolar AS disebabkan oleh kebijakan Trump yang menimbulkan ketidakpastian dan kekhawatiran pasar. Sebelumnya, Donald Trump telah memecat beberapa pejabat pemerintahan yang menolak untuk mendukung kebijakan anti-imigran.

Ole Hansen, Analis Saxo Bank di Copenhagen berpendapat, tindakan Donald Trump diprediksi akan terus menjadi faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan harga emas secara signifikan. Ia menuturkan, Presiden AS ini mampu memberikan sentimen positif pada harga emas karena ketidakjelasan kebijakan-kebijakan yang diambil. Buktinya, hingga kini pasar belum mendapatkan detail dari rencana pemangkasan pajak dan anggaran belanja pemerintah AS. Kondisi tersebut menurut Ole Hansen adalah alasan mengapa pasar finansial bisa naik atau turun dengan cepat.

Di samping itu, untuk mengetahui pandangan dan indikasi terkait kenaikan tingkat suku bunga oleh The Fed, para pelaku pasar memberikan perhatian mereka pada hasil rapat FOMC nanti malam. Meskipun pada bulan Desember lalu The Fed mengindikasikan akan menaikkan tingkat suku bunga-nya tiga kali, sebagian besar analis memperkirakan hanya akan ada dua rate hike tahun 2017 ini. Kenaikan tingkat suku bunga AS bisa menguatkan mata uang Dolar AS, tapi menyebabkan harga emas menjadi mahal bagi pemegang mata uang asing lain sehingga harga emas cenderung bearish. (Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat : PT Rifan Financindo

Sumber : seputarforex