Harga Emas Mengkilap, Didorong Keputusan Dan Langkah The Fed

PEKANBARU – Harga emas di sesi Asia pada hari Kamis (02/02) menguat lagi seiring dengan keputusan the Fed yang tidak mengubah tingkat suku bunga-nya. Saat berita ini diturunkan, pair XAU/USD diperdagangkan di kisaran level harga 1,214 Dolar AS. Harga emas batangan pecahan 1 gram milik PT Aneka Tambang (Antam), Tbk stabil di level cukup tinggi yakni Rp 587,000.

Harga Emas Mengkilap, Didorong Keputusan The Fed

Pada Comex New York Mercantile Exchange, harga emas berjangka untuk pengiriman bulan April merangkak naik sebesar 0.65 persen menjadi 1,216 Dolar AS per troy ons. Sedangkan harga perak futures untuk pengiriman bulan Maret berada di kisaran level harga 17.62 Dolar AS per troy ons ;dan harga tembaga futures untuk pengiriman bulan Maret menanjak ke kisaran harga 2.720 Dolar AS per pound.

Selama sesi perdagangan kemarin, harga emas sempat turun tipis karena penguatan mata uang Dolar AS pasca rilis data aktivitas manufaktur AS yang meningkat melebihi ekspektasi analis. Selain itu, data ADP Nonfarm Employment Change bulan Januari bertambah sangat signifikan.

Harga Emas Ditinggikan Keputusan The Fed

Hasil meeting FOMC kemarin menunjukkan, the Fed mempertahankan suku bunga AS di level 0.5- 0.75 persen. Dalam pernyataan-nya tadi malam, para pejabat tinggi the Fed hanya memberikan sedikit sinyal terkait kapan akan kembali menaikkan suku bunga-nya. Pasar menilai, hal ini disebabkan oleh petinggi the Fed yang masih bergulat dengan ketidakpastian rencana kebijakan Donald Trump.

Menurut seorang analis BMO Capital Markets di New York,Tai Wong, harga emas saat ini sudah rebound cukup signifikan dari keterpurukan setelah pernyataan The Fed pada bulan Desember lalu. Saat itu, The Fed mengatakan bahwa akan menaikkan suku bunga AS sebanyak tiga kali pada tahun 2017.

Seperti yang sudah diketahui bahwa selama Januari kemarin, harga emas telah mencetak kenaikan bulanan tertinggi sejak bulan Juni yaitu sekitar 4.79 persen sebagai dampak dari kebijakan kontroversial Donald Trump yang mempengaruhi kondisi perekonomian AS. Brien Lundin, seorang editor di Marketwatch berpendapat, The Fed cenderung menunggu dan belum menginginkan untuk mengubah arah kebijakan moneter-nya.

Hal tersebut dilakukan karena bank sentral AS kini tengah mengamati langkah-langkah serta tindakan yang diambil Presiden AS, Donald Trump terlebih dahulu. Berdasarkan The Fed Watch Tool, kemungkinan besar The Fed akan menaikkan tingkat suku bunga-nya adalah pada bulan Juli, dengan probabilitas sebesar 76 persen.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat :  Rifan Financindo

Sumber : seputarforex