Harga Emas Mengkilap Pasca Pengumuman Dan Pernyataan FOMC

Rifanfinancindo Pekanbaru – Setelah Federal Reserve mengumumkan tingkat suku bunga dan mengeluarkan pernyataannya pasca rapat FOMC, harga emas terpantau mendaki sebesar satu persen ke level tertinggi enam pekan. Harga emas di sesi Asia pada Kamis ini (27/07) meningkat sejalan dengan tertekannya kurs Dolar AS.

 Harga Emas Mengkilap Pasca Pengumuman Dan Pernyataan FOMC

Saat berita ini ditulis, harga emas berjangka untuk pengiriman bulan Desember pada Comex New York Mercantile Exchange naik tajam sebesar 1.11 persen ke level harga 1,269 Dolar AS per troy ons dan harga emas spot XAU/USD berada meningkat ke kisaran level harga 1,263 Dolar AS. Sedangkan harga emas batangan pecahan 1 gram bersertifikat Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (Antam) Tbk menguat ke level Rp 595,000 dan harga buy back ke level harga Rp 533,000.

Harga Emas Naik Karena The Fed Kurang Hawkish

Harga emas menyentuh level tertinggi setelah bank sentral AS tidak mengubah suku bunga-nya, seperti yang sudah diekspektasikan, dan menyatakan akan mulai mengurangi besaran neraca keuangannya sebesar USD4.5 triliun secepatnya. The Fed juga menyoroti periode rendahnya tingkat inflasi AS yang masih berlanjut.

Indeks Dolar yang mengukur kekuatan Greenback terhadap beberapa mata uang mayor lain terpantau anjlok ke level rendah 13 bulan setelah pernyataan FOMC tersebut. Imbal hasil obligasi AS juga ambruk dan turut mendukung pergerakan harga emas. Seperti diketahui, melandainya imbal hasil obligasi ini dapat menurunkan opportunity cost dari aset berisiko dan pelemahan mata uang Dolar menyebabkan harga emas cenderung lebih murah bagi pemegang mata uang asing lain.

“Harga emas tengah mendapatkan keuntungan dari keputusan Janet Yellen yang tidak menaikkan tingkat suku bunganya”, Adam Koos, Presiden Libertas Wealth Management Group. Menurut Koos, keputusan Federal Reserve kemarin juga membuat para investor kembali meragukan prospek kenaikan suku bunga AS dalam waktu dekat.

Federal Reserve Tak Buru-Buru Naikkan Suku Bunga

Senada dengan Adam Koos, Kepala Analis Pasar di broker ThinkMarkets Inggris, Naeem Aslam berpendapat,” Harga emas saat ini solid di zona hijau sejalan dengan para trader yang meyakini bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru melakukan rate hike“. Aslam meyakini alasan the Fed tidak segera melakukan pengetatan kebijakan moneternya adalah tingkat inflasi AS yang masih jauh dari target dua persen.

Sedangkan ekonom dari ABN Amro, Nick Kounis mengungkapkan,”Kami memprediksi Federal Reserve akan menunda rate hike sampai bulan Desember mendatang, mengingat kemungkinan besar pemulihan tingkat inflasi membutuhkan waktu lebih lama”. Nick Kounis memperkirakan akan ada kenaikan suku bunga AS sebanyak dua kali pada tahun 2018 mendatang.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat : Rifanfinancindo

Sumber : seputarforex