Harga Emas Meninggi Menjelang Pidato PM Theresa May

PEKANBARU – Harga emas di sesi Asia pada hari Selasa (17/01) meningkat lagi menjelang pidato Perdana Menteri Inggris, Theresa May. Saat berita ini diturunkan, pair XAU/USD diperdagangkan di kisaran level 1,206 Dolar AS. Di samping itu, harga emas batangan bersertifikat milik PT Antam, Tbk turut menguat kembali menjadi Rp 590,000 daripada sebelumnya Rp 589,000.

Harga Emas Meninggi Menjelang Pidato PM Theresa May

Sementara itu, pada Comex New York Mercantile Exchange, harga emas berjangka untuk pengiriman bulan Februari meningkat sebesar 0.75 persen ke level harga 1,205 Dolar AS per troy ons. Sedangkan harga perak futures untuk pengiriman bulan Maret berada di level 16.86 Dolar AS per troy ons;dan harga tembaga futures untuk pengiriman bulan Maret mengalami penurunan signifikan sebesar 1.71 persen menjadi 2.644 Dolar AS per pound.

Selama sesi perdagangan hari Senin kemarin, harga emas mencatatkan kenaikan beruntun dalam enam hari seiring dengan adanya ketakutan pelaku pasar terhadap proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa. Sejauh ini harga emas sudah mengalami reli terpanjang sejak bulan November tahun lalu karena para investor berbondong-bondong beralih ke aset safe haven seperti emas.

Investor Tunggu Pernyataan Theresa May

Harga emas masih terdukung oleh keresahan pasar terhadap rumitnya proses Brexit. Saat ini sebagian besar pelaku pasar tengah menunggu pidato Perdana Menteri Theresa May terkait kemungkinan “hard Brexit“. Kondisi ini menimbulkan sentimen negatif dan berpotensi untuk membuat risiko meninggi sehingga mendorong naik aset safe haven emas.

Beberapa media Inggris memperkirakan, Theresa May dalam pidatonya nanti akan menjelaskan rencana sehubungan dengan kontrol imigrasi dan perjanjian perdagangan bilateral Inggris dengan pasar bersama Uni Eropa. Sebelumnya, perhatian pasar didominasi oleh pembicaraan Theresa May dan Donald Trump tentang prekonomian dan politik Inggris.

Pada sebuah interview dengan media The Times of London, Trump menyatakan bahwa keluarnya Inggris dari Uni Eropa bisa menjadi suatu keputusan yang baik. Selain itu, ia juga berjanji akan membuat perjanjian perdagangan bilateral dengan Inggris. Menanggapi pernyataan Trump, Perdana Menteri Theresa May menyambut baik komitmen Donald Trump dan ia berharap akan ada pertemuan dengan Presiden AS tersebut untuk membahas kelanjutan rencana perjanjian ini. (Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat : Rifanfinancindo

Sumber : seputarforex