Harga Emas Meningkat, Terdorong Pelemahan Dolar AS

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Harga emas di sesi Asia pada hari Selasa ini (22/11) terpantau diperdagangkan di level harga lebih tinggi daripada sesi kemarin seiring dengan melemahnya dolar AS sesudah menyentuh level tinggi 13 tahun. Saat berita ini diturunkan, pair XAU/USD berada di kisaran level harga 1,218 dolar AS.

Harga Emas Meningkat, Terdorong Pelemahan Dolar AS

Sementara itu, pada Comex New York Mercantile Exchange, harga emas untuk pengiriman bulan Desember mengalami kenaikan sebesar 0.66 menjadi 1,217 dolar AS per troy ons. Sedangkan harga perak futures untuk pengiriman bulan Desember naik ke level 16.89 dolar AS per troy ons dan harga tembaga futures untuk pengiriman bulan Desember melonjak 1.33 persen ke level harga 2.561 dolar AS per pound.

Selama sesi perdagangan New York kemarin, harga emas mampu rebound dari pelemahan harga di sesi sebelumnya sejalan dengan mata uang dolar AS yang melemah. Harga emas mulai terangkat kembali setelah pada sesi beberapa waktu lalu, investor mengamati rencana kebijakan Presiden terpilih Donald Trump yang akan memangkas pajak dan membangun sektor infrastruktur besar-besaran sehingga mendorong mata uang dolar AS menyentuh level tingginya.

Outlook Logam Mulia Emas

Sejauh ini harga emas sudah merosot sebesar 120 dolar AS dari level harga tertinggi beberapa waktu lalu pasca keluarnya hasil pilpres AS. Turunnya harga logam mulia emas ini dipicu oleh naiknya minat investor terhadap aset investasi berimbal balik bunga daripada aset safe haven seperti logam mulia emas.

Janji Trump yang akan menggunakan anggaran sebesar 1 triliun dolar AS untuk membangun kembali jalan raya, jembatan, dan bandara mampu menaikkan outlook pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi AS. Selain itu, janji Presiden AS ke-45 ini juga meningkatkan spekulasi dan peluang kenaikkan tingkat suku bunga AS pada bulan Desember mendatang. Menurut FedWatch Tool milik CME Group, saat ini probabilitas kenaikan tingkat suku bunga AS oleh The Fed pada bulan Desember nanti masih tinggi yakni sebesar 95.4 persen.

Meski demikian, sorang analis di Tampa Florida, James Cordier menilai, outlook terkait dengan kenaikan tingkat inflasi AS pada tahun depan bisa jadi akan membantu mendorong naik permintaan logam mulia emas sebagai aset pelindung nilai dan kekayaan.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat : PT. Rifan financindo berjangka pekanbaru

Sumber : seputarforex