Harga Emas Merangkak Naik Pasca Pengunduran Diri PM Italia

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Setelah sedikit rebound di sesi perdagangan akhir pekan kemarin, harga emas di sesi perdagangan Asia pada hari Senin (05/12) ini terpantau kembali meningkat di tengah ketidakpastian politik di Italia, pasca pengunduran diri Perdana Menteri Matteo Renzi akibat kekalahannya dalam Referendum Konstitusi. Saat berita ini diturunkan, pair XAU/USD berada di level harga 1,176 Dolar AS dan harga emas Antam pecahan 1 gram stabil di harga Rp 589,000.

Harga Emas Merangkak Naik Pasca Pengunduran Diri PM Italia

Pada Comex Mercantile Exchange, harga emas berjangka untuk pengiriman bulan Februari stagnan di level harga 1,177 Dolar AS per troy ons. Sedangkan harga perak futures untuk pengiriman bulan Maret turun menjadi di level 16.77 Dolar AS per troy ons dan harga tembaga futures mengalami kenaikan, diperdagangkan ke level harga 2.654 Dolar AS per pound.

PM Italia Mengundurkan Diri Setelah Kalah Dalam Referendum

Selama sesi akhir perdagangan pekan lalu, harga emas mampu meningkat untuk pertama kalinya dalam empat sesi, sejalan dengan ketidakpastian politik terkait adanya referendum Italia. Dalam konferensi pers dini hari tadi, Perdana Menteri Italia, Matteo Renzi, memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya, karena kekalahan yang dialaminya dalam Referendum Reformasi Konstitusi pada hari Minggu lalu.

Hasil exit poll Referendum Konstitusi menunjukkan, hanya sekitar 42-46 persen pemilih setuju untuk adanya reformasi konstitusi, sedangkan 54-58 persen menyuarakan tidak setuju. Oleh karena itu, rencananya, PM Matteo Renzi akan segera menggelar rapat kabinet dan selanjutnya mengajukan pengunduran diri pada Presiden Sergio Mattarella. Hasil Referendum Konstitusi Italia dan pengunduran diri PM Renzi ini menyebabkan harga emas mengalami peningkatan dan stabil di level cukup tinggi.

Sementara itu di AS, the Fed masih berlanjut mengamati tanda-tanda penguatan di pasar tenaga kerja AS sebelum memutuskan untuk menaikkan tingkat suku bunga-nya akhir tahun ini. Di samping itu, para pelaku pasar kini menanti rilis data dari aktivitas non manufaktur AS dan beberapa pidato petinggi the Fedseperti Presiden the Fed New York, William Dudley dan Presiden the Fed St. Louis, James Bullard di Arizona. Pernyataan pejabat penting bank sentral AS ini dianggap penting bagi investor untuk mengetahui kapan the Fed akan menaikkan suku bunga-nya. (Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat : Rifan Financindo

Sumber : seputarforex