RIFANFINANCINDO PEKANBARU | Harga Emas Mulai Turun Perlahan Dari Tertinggi Bulanan

RIFANFINANCINDO PEKANBARU – Penurunan harga emas yang tergolong lemah pada awal sesi Asia pagi ini (10/Januari), setelah kemarin sempat mencapai level tertinggi dalam enam belas bulan. Lemahnya penurunan ini sesuai dengan data CPI dan PPI China yang agak bercampur aduk. Emas sekarang berada pada 1310.34 per troy ounce-nya di akhir sesi Asia ini.

Penuangan Emas

Gegara Imbal Hasil Obligasi Melonjak

Semalam, harga emas terus menurun dari level tertinggi. Penurunan ini disebabkan oleh bangkitnya USD menyusul kenaikan imbal hasil obligasi Amerika Serikat (Treasury Yield) hingga mencapai di atas 2.5%. Turut mendukung kekuatan dollar juga adalah para investor yang mulai mempertimbangkan kembali investasinya setelah pengetatan kebijakan moneter global yang salah satunya dilakukan oleh Bank of Japan dengan memotong pembelian obligasi jangka panjang.

Selain itu, dalam kondisi ekonomi dimana suku bunga yang meningkat, keinginan investor untuk berinvestasi pada emas melemah karena biaya untuk menyimpan logam mulia ikut naik secara relatif terhadap asset berbunga lainnya, seperti obligasi. Selain itu, permintaan akan emas menurun, setelah menghuni level tinggi tinggi selama beberapa tahun ini di tengah resiko yang sedang berlangsung.

Penurunan perlahan harga emas selama hampir sepekan ini diikuti oleh logam mulia lainnya, seperti perak. Harga perak saat ini berada pada kisaran 16.95 USD.

Perbedaan Pendapat Mengenai Masa Depan Emas

Beberapa partisipan pasar memperkirakan bahwa logam mulia Emas bisa turun lebih jauh menuju ke Moving Average 100-day di kisaran 1,290. Namun, Commodity Futures Trading Commission (CFTC) melaporkan pada hari Jumat bahwa posisi long netto pada emas di Comex telah meningkat hampir sebesar 40% ke angka total 152,650 kontrak. Peningkatan ini dikarenakan banyaknya para partisipan market seperti spekulan dan hedge fund manager yang meningkatkan posisi bullish mereka.

Salah satu yang optimis mengenai logam kuning adalah Bank of America Merrill Lynch. Korporasi finansial kawakan di Amerika Serikat ini memperkirakan harga emas dapat naik sampai 1,350 per troy ounce di kuartal ketiga tahun ini.  ( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat :  Rifanfinancindo

Sumber : seputarforex