Rifanfinancindo | Harga Emas Naik, Ambil Celah Dari Mengendurnya Dolar

Rifanfinancindo Harga emas menguat di sesi perdagangan Rabu (21/November) sore ini, sementara Dolar AS beristirahat setelah naik pesat di sesi sebelumnya. Di samping itu, para investor juga mengamati perkembangan konflik perdagangan AS-China.

Pada pukul 13:44 WIB, harga emas futures untuk pengiriman Desember di Comex New York naik 0.1 persen dan diperdagangkan di 1,224.4 per troy ons. Sedangkan pada pukul 15:08 WIB, harga emas spot naik 0.2 persen ke 1,224.02 per ons.

Dolar AS Rehat Sejenak

Setelah menguat 0.7 persen di sesi perdagangan pagi tadi karena rontoknya saham-saham AS, Indeks Dolar sudah turun 0.2 persen di sore ini, dan diperdagangkan pada level 96.7. Oleh sebab itu, harga emas pun dapat mengambil celah untuk sedikit menguat.

Ronald Leung dari Lee Cheong Gold Dealers di Hongkong mengatakan bahwa emas sedang mengikuti jejak pergerakan Dolar AS. Sehingga, perdagangan emas diekspektasikan akan range-bound setidaknya sampai libur Thanksgiving usai, atau sampai munculnya katalis penting.

Laporan Perwakilan Dagang AS Tentang Tuduhan Pada China

Di sisi lain, pasca gagalnya pencapaian komunike di pertemuan APEC kemarin, hubungan AS dan China kian suram. Dikutip dari Investing, Perwakilan Dagang AS, Robert Lighthizer, menuduh China telah melakukan kampanye propaganda atas properti intelektual dan pencurian teknologi AS. Kecurigaannya dituangkan dalam bentuk laporan 53 halaman yang dirilis kemarin malam.

Rifanfinancindo

“China secara fundamental belum menghentikan segala aksi, kebijakan, dan praktik yang berhubungan dengan transfer teknologi, properti intelektual, dan inovasi. Bahkan, (China) tampaknya malah melakukan tindakan-tindakan tak beralasan dalam beberapa bulan terakhir,” tulis Lightizer dalam laporan tersebut.

Meski tuduhan ini cukup serius, para investor kemungkinan tak akan terlalu memperhatikan dampaknya. Untuk pandangan jangka pendek, pasar akan lebih fokus pada Konferensi G-20 yang akan digelar pekan depan di Argentina. Sebab, dalam acara tersebut, Trump dan Xi Jinping dijadwalkan untuk melakukan pertemuan yang membahas hubungan perdagangan kedua negara.