RIFANFINANCINDO | Harga Emas Naik Ditopang Ketidakpastian Politik AS

RIFANFINANCINDO BERJANGKA PEKANBARU – Harga emas sedikit naik akibat melemahnya Greenback pasca laporan data Penjualan Ritel AS kemarin malam. Di sesi perdagangan Kamis (15/Mar) siang ini, harga emas Futures untuk pengiriman bulan April naik 1.6 dolar AS atau sekitar 0.12 persen ke USD1,327.20 per troy ons. Sedangkan harga emas spot berada pada USD1,326.05 per ons.

harga-emas

Kondisi politik di AS, utamanya kebijakan-kebijakan perdagangan global yang dirancang oleh Presiden Donald Trump, masih menjadi motor penggerak Dolar AS yang juga akan memberikan dampak pada harga emas. Kabar terbaru adalah rencana penerapan bea impor dari China.

Hal itu disampaikan oleh Larry Kudlow, Penasihat Ekonomi Utama Trump yang menggantikan Gary Cohn. Dalam sebuah laporan media yang dikutip dari Investing, Kudlow mengatakan bahwa China akan menjadi target negara untuk dikenai bea impor. Sektor yang ditargetkan adalah teknologi dan telekomunikasi. Pernyataan ini makin memanaskan sinyal akan terjadinya perang dagang.

Investor menangkap sinyal tersebut sebagai kekhawatiran untuk lari ke aset safe haven seperti emas. Oleh sebab itulah, kendati Kudlow juga menyebut bahwa pihaknya lebih menyukai Dolar AS yang kuat karena kebutuhan bagi ekonomi AS, mata uang AS tersebut tetap melemah.

Ketidakpastian politik telah membatasi risiko penurunan bagi emas dalam nuansa jelang kenaikan suku bunga AS seperti saat ini. Hal itu (prospek kenaikan suku bunga AS) merupakan faktor penguat Dolar AS yang berlawanan bagi harga emas,” kata Suki Copper, analisa logam mulia dari Standard Chartered Bank.

Level Psikologis Harga Emas

Sementara itu, Christoper Lewis, analis dari FXEmpire menuliskan dalam catatannya bahwa level USD1,325 merupakan level psikologis penting bagi harga emas, dan beberapa kali menjadi resisten dalam beberapa sesi. Saat ini, emas sedang menawarkan support, tetapi tidak akan mengejutkan pula jika akan kembali mundur menuju level USD1,318. Alternatif lain, apabila bisa menembus level USD1,330 maka emas dapat reli kembali.

Lewis pribadi menilai bahwa saat ini merupakan kondisi yang noisy dan sangat berbahaya, sehingga ia enggan untuk membuka posisi di emasdalam beberapa waktu ke depan. Terutama sebelum beberapa rilis data dan event penting dari AS bulan ini.