RIFANFINANCINDO PEKANBARU | Harga Emas Naik Setelah China Balas Terapkan Bea Impor Barang AS

RIFANFINANCINDO PEKANBARU – Harga emas naik di hari Senin (02/Apr) ini akibat mengendurnya Dolar AS, pasca pengumuman bea impor dari China atas barang-barang AS. Kebijakan tersebut diambil China sebagai balasan terhadap bea impor baja dan aluminium yang diterapkan oleh AS sebelumnya. Akibatnya, kekhawatiran akan tercetusnya perang dagang kembali muncul.

harga-emas

Setelah jatuh dalam tiga sesi berturut-turut, harga emas spot naik 0.5 persen ke USD1,331.19 per ons pada pukul 11:06 WIB. Sedangkan harga emas futures di Comex untuk pengiriman bulan Juni mengalami kenaikan sebanyak USD8.00 ke angka USD1,335.3 per troy ons.

Genderang Perang Dagang AS-China Ditabuh

China mengumumkan kebijakan untuk menerapkan bea impor sebesar 25 persen atas barang-barang dari AS, khususnya daging babi, buah-buahan dan kacang-kacangan tertentu, wine, serta sejumlah produk lainnya. Kebijakan ini diambil oleh pemerintah Tiongkok sebagai tanggapan atas penerapan bea impor aluminium dan baja oleh Presiden Donald Trump.

Tak tanggung-tanggung, China langsung memberlakukan bea impor tersebut hari ini, dan akan mencocokkan lagi daftar bea impor terhadap barang-barang dari AS senilai hampir USD 3 miliar.

“Perang dagang sedang terjadi dan makin parah. Jadi mungkin inilah alasan orang-orang menjual Dolar AS-nya dan membeli emas,” kata Yuichi Ikemizu di ICBC Standard Bank di Tokyo.

Minggu lalu, harga emas jeblok hingga 1.7 persen dan menjadi penurunan terbesar sejak awal Desember. Namun, harga logam mulia tersebut naik 1.7 persen pada bulan Januari-Maret dan menjadi kenaikan kuartalan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.

Menurut Ikemizu, pasar sedang meningkatkan perdagangan dan mencari harga termurah di tengah ekspektasi bahwa harga akan mencapai dasar. “Bahkan trader yang paling tenang sekalipun akan tergoda untuk masuk pasar sekarang ini,” katanya.

Sementara itu, menurut analisa emas Seputar Forex yang ditulis oleh Ahmed Sar, pergerakan harga emas sulit ditebak oleh sebagian trader di awal tahun ini. Garis downtrend 2013 terbukti kuat menjadi batas penolakan dari setiap upaya kenaikan harga emas. Dengan menurunnya animo pembeli, maka kisaran USD1,300 dan USD1,366 diperkirakan tidak akan bertahan lama.