Rifan Financindo | Harga Emas Naik, Terdorong Spekulasi Perlambatan Fed Hike

Rifan financindo –  Harga emas naik di sesi perdagangan Selasa (18/Desember) sore ini, akibat melemahnya Dolar AS menjelang rapat FOMC, yang akan dimulai malam nanti sampai lusa. Bank sentral AS tersebut diekspektasikan bakal menaikkan suku bunga. Namun, fokus utama pasar adalah pada Outlook kebijakan untuk tahun 2019 mendatang.

Harga emas spot naik 0.22 persen ke $1,248.52 per ounce pada pukul 11:36 WIB. Sedangkan harga emas futures di Comex New York terpantau flat di level $1,252.30. Saat berita ini ditulis pada pukul 17:19 WIB, grafik harian XAU/USD di bawah ini menunjukkan kenaikan 0.26 persen ke 1,248.80:

rifan-pekanbaru.com

“Sebagian besar investor mengekspektasikan bahwa The Fed akan menangguhkan kenaikan suku bunga (di tahun 2019) dan tidak akan menaikkannya lagi dengan cepat,” kata Brian Lan, Direkstur Manajer di dealer GoldSilver Central di Singapura.

“Para investor berharap, harga emas dapat naik lebih jauh lagi setelah rapat (FOMC) besok. Level $1,251 akan menjadi level tinggi berikutnya, dan (harga emas) akan menguji support $1,245,” tambah Lan.

Harga Emas Naik Karena Rate Hike The Fed Tak Akan Agresif

Dolar AS melemah di sepanjang sesi Asia hari ini, karena meningkatnya spekulasi bahwa kenaikan suku bunga The Fed tahun depan tak akan agresif lagi. Menurunnya prospek kenaikan suku bunga membuat Dolar AS melemah, sehingga biaya kepemilikan bullion dalam Dolar AS menjadi lebih murah. Akibatnya, harga emas naik karena permintaan meningkat.

“Dolar AS masih menjadi penggerak utama bagi harga emas saat ini,” kata Benjamin Lu, analis komoditas di Phillip Futures Singapura.

“Walaupun potensi kenaikan harga emas menghadapi halangan dari penguatan Dolar, suramnya ketidakpastian ekonomi akan menghadirkan kondisi yang optimistis bagi aset-aset safe haven (termasuk emas) setelah tahun 2018,” tambah Benjamin.  ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : Rifan Financindo

Sumber : Seputarforex