PT Rifan Financindo / Harga Emas Rebound Tipis, Selanjutnya Tergantung Dolar AS

PT Rifan Financindo Pekanbaru – Harga emas menunjukkan rebound tipis di sesi perdagangan Rabu (13/Sept) siang ini. Para investor mulai melihat celah beli pada emas, terutama emas fisik, di tengah dinginnya gejolak di Semenanjung Korea serta menjelang perayaan Diwali di India.

emas-batangan

Harga emas spot hampir tak berubah di harga $1,330.85 per troy ons padapukul 07:59 WIB, sedangkan harga emas futures untuk pengiriman Desember di Comex tercatat naik 0.33 persen ke angka $1,337.04 per troy ons. Harga emas ANTAM turun dan berada pada harga Rp612,000 per gram dengan buyback price Rp550,000 per gram.

Kemarin malam, harga emas jatuh di bawah level break-even, masih dikarenakan oleh hilangnya motor kenaikan dari gejolak geopolitik Korea Utara. Selain itu, Presiden AS, Donald Trump, mengatakan di hari Selasa kemarin bahwa kesepakatan sanksi PBB terhadap Korea Utara minggu ini merupakan langkah kecil yang belum ada apa-apanya dengan uji coba nuklir Korea Utara selanjutnya.

Menambahkan pernyataan Trump, Menkeu AS, Steven Mnuchin, mengatakan bahwa apabila China tidak mau menyetujui PBB untuk memberi sanksi terhadap Korea Utara maka pihak Kementerian Keuangan AS akan memberikan sanksi finansial pada China, dengan memutus akses mereka ke Sistem Dolar Internasional yang dimiliki AS.

Tak kalah sengit, perwakilan Korea Utara untuk PBB, Han Tae Song, dalam konferensi di Jenewa menyatakan bahwa langkah-langkah yang sedang disusun oleh Republik Demokratik Korea dapat membuat AS menderita rasa sakit terbesar yang pernah mereka alami dalam sejarah.

Emas Relatif Pada Dolar

Menurut analis Seputarforex.com, Ahmed Sar, dalam analisanya hari ini, ada dorongan kuat untuk kenaikan emas dalam koridor fundamental saat ini, yaitu kejatuhan Dolar akibat sensitivitas pergantian kepemimpinan di pemerintahan AS. Ini merupakan instrumen penetapan harga utama untuk komoditas emas, karena Greenback adalah mitra utama untuk peran emas sebagai alternatif fiat.

Akan tetapi, apabila Dolar AS sukses mendapatkan kembali daya tariknya terhadap mata uang mayor lainnya, maka ini bisa berdampak pada komoditi, termasuk emas, dan Dolar kembali ke statusnya sebagai safe haven. Jadi, lanjut Ahmed, arah pergerakan emas dari sini akan sangat bergantung pada pergerakan Dolar. ( Mbs-rifan financindo berjangka )

Sumber : seputarforex