RIFANFINANCINDO PEKANBARU | Harga Emas Sideways Di 1298 Setelah Merosot Dua Hari Beruntun

RIFANFINANCINDO PEKANBARU – Harga Emas diperdagangkan sideways terhadap Dolar AS antara 1298-1300 pada perdagangan sesi Asia hari Selasa ini (29/Mei), setelah mencatatkan kemerosotan beruntun sejak hari Jumat. Kontrak Emas Berjangka di COMEX New York juga hanya mencatatkan kenaikan tipis 0.03% ke USD1297.9 dalam perdagangan intraday. Kegamangan ini tak lepas dari penguatan Dolar AS ke level tertinggi sejak November 2017.

Gerai-gerai resmi emas Antam tutup sehubungan dengan libur Waisak hari ini. Akan tetapi, harga emas Antam pada hari Senin sempat menurun sebanyak Rp1,000 ke Rp656,00 per gram dari Rp657,00 per gram pada hari Jumat.

Harga Emas Sideways Setelah Merosot Dua Hari

Indeks Dolar AS yang mengukur kekuatannya terhadap sejumlah mata mayor, menguat ke 94.50 pada hari Senin, dan masih “nangkring” di level tinggi pada hari Selasa ini lantaran sejumlah kabar yang hangat diperbincangkan. Diantaranya divergensi kebijakan moneter, peluang baru pertemuan Presiden Donald Trump dan Kim Jong-Un, serta meningkatnya risiko politik di Zona Euro.

Arah kebijakan moneter AS yang makin hawkish dengan dipastikannya kenaikan suku bunga bulan Juni mendatang, cenderung negatif bagi Emas sebagai aset investasi tak memberikan imbal hasil dalam bentuk bunga. Namun, ketidakpastian yang muncul dari rencana temu Trump dengan Kim Jong-Un serta risiko politik di Zona Euro justru menghalangi penurunan emas.

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, mengatakan bahwa Kim Jong-Un masih berkeinginan untuk berjumpa dengan Presiden Trump dan berkomitmen untuk melakukan “denuklirisasi sepenuhnya” di Semenanjung Korea. Namun, negosiator AS menginginkan ada keterangan lebih lengkap mengenai apa yang dicakup dalam “denuklirisasi” tersebut dan bagaimana Korea Utara akan melakukannya.

Sementara itu, aksi partai-partai anti-Uni Eropa di Italia berubah menjadi ancaman bagi eksistensi mata uang Euro, setelah presidennya mengumumkan akan diadakan Pemilu Sela pada Musim Gugur tahun ini atau awal tahun depan. Jika partai-partai anti-Uni Eropa berkoalisi, maka pemilu Italia berikutnya bisa berubah menjadi referendum de facto mengenai keanggotaannya dalam Uni Eropa dan Zona Euro. Kabar tersebut langsung memicu pelarian investasi dari Italia ke aset-aset yang lebih aman. ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : PT Rifan Financindo

Sumber : seputarforex