RIFAN FINANCINDO | Harga Emas Stabil Di Atas 1310 Pasca Pengumuman Trump

RIFAN FINANCINDO PEKANBARU –  Pengumuman Presiden Donald Trump untuk menarik Amerika Serikat dari perjanjian nuklir Iran kemarin, menyangga kenaikan harga Emas. Setelah merosot beruntun dari harga tertinggi bulan April pada USD1369 hingga mencapai USD1302 di awal Mei, Emas Futures di COMEX New York telah berupaya rebound, dan akhirnya ditutup pada harga USD1313 pada hari Rabu. Di awal sesi Asia hari Kamis ini (10/Mei), harga Emas Futures bahkan telah naik 0.15% ke USD1315.0.

Harga Emas Stabil Di Atas 1310

Permintaan Emas Meningkat Karena Khawatir Sanksi

Perjanjian tahun 2015 antara Iran dengan AS, China, Prancis, Jerman, dan Rusia merangkum kesediaan Iran untuk menghentikan pengembangan senjata nuklir dan mengijinkan inspeksi dari lembaga internasional atas fasilitas nukir yang dimilikinya, sedangkan AS dan negara-negara lainnya sepakat mencabut sanksi ekonomi. Negara-negara lain yang terlibat dalam perjanjian cukup puas dengan sikap Iran pasca perjanjian, tetapi Presiden Donald Trump telah berulangkali menyampaikan ketidaksukaannya. Puncaknya, pada tanggal 9 Mei lalu, ia mengumumkan menarik AS dari perjanjian tersebut.

Tindakan Trump tersebut menceburkan Timur Tengah dalam ketidakpastian baru, karena dengan demikian maka AS boleh jadi akan menerapkan sanksi ekonomi lagi atas Iran. Di sisi lain, bank sentral Iran menyatakan telah menyiapkan diri untuk menghadapi keputusan tersebut, dan berupaya untuk menjaga ketersediaan likuiditas valasnya.

Sementara itu, permintaan akan emas di Iran dan wilayah sekitarnya diproyeksikan akan mengalami peningkatan. Menurut data World Gold Council, setelah dimulainya sanksi ekonomi terdahulu atas Iran pada 2012, permintaan Emas bertahan di level tinggi selama dua tahun beruntun. Dinamika serupa kemungkinan terjadi lagi kali ini. Apalagi, bank sentral Iran pada hari Rabu mengumumkan permintaan pre-orderyang tinggi bagi koin emas Bahar Azadi yang dicetaknya.

Imbas Jangka Pendek Atau Panjang?

“Dalam jangka sangat pendek, nampaknya dampak dari peningkatan kekhawatiran geopolitik terbatas pada pasar minyak,” kata Norihiro Fujito, pakar strategi Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities, pada Reuters, “(Namun) sanksi AS bisa berimbas pada berbagai industri, sedangkan ketegangan antara Iran dan Israel sepertinya akan menguat. Semua itu akan mulai memangkas harga saham (sehingga mengalihkan aliran dana ke aset yang lebih aman -red)”

Sejumlah pelaku pasar lain berpandangan berbeda. Dalam sebuah catatan yang dikutip BullionVault, perusahaan logam mulia MKS Pamp yang berpusat di Swiss, mengungkapkan, “Sentimen penghindaran risiko awal yang mengikuti pengumuman Presiden Trump mengenai Iran (segera) sirna. Permintaan dari China menjaga bullion di atas USD1310…tetapi tidak lama kemudian Emas (akan) dijual lagi.” ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : Rifan Financindo

Sumber : seputarforex