Rifan Financindo | Harga Emas Stabil Di Tengah Lemahnya Dolar AS Pasca NFP

Rifan financindo – Harga emas stabil di sesi perdagangan Senin (10/Desember) sore, setelah sempat menyentuh level tinggi lima bulan di sesi sebelumnya. Melemahnya Dolar AS gara-gara laporan NFP AS yang menurun pada hari Jumat lalu, membuat spekulator yakin The Fed harus memperlambat laju kenaikan bunga tahun depan. Akibatnya, Dolar pun turun dan harga emas naik.

Harga emas spot stabil di $1,247.99 per ons pada pukul 14:00 WIB. Harga tersebut sudah sedikit turun dari level $1,250.55, yang tercapai di sesi sebelumnya. Sementara itu, harga emas futures untuk pengiriman Februari di Comex New York, naik 0.2 persen ke $1,254.75  per troy ons pada pukul 12:24 WIB.

Di sisi lain, grafik XAU/USD harian berikut ini sudah menunjukkan penurunan 0.11 persen ke 1,246.74. Sebelumnya, harga sempat menyentuh level tinggi 1,250:

rifan-pekanbaru.com

Dolar AS Dikecewakan Data Ketenagakerjaan

Dolar AS melemah setelah NFP AS untuk bulan November 2018 dilaporkan turun dari 237,000 menjadi 155,000. Angka tersebut juga di bawah ekspektasi 200,000. Sementara itu, data Pertumbuhan Upah turut dirilis lebih lemah daripada ekspektasi.

Hal ini membuat spekulasi akan melambatnya kenaikan suku bunga AS tahun depan menjadi kian meyakinkan. Ditambah lagi dengan berbagai peringatan mengenai risiko perlambatan, yang diutarakan oleh sejumlah pejabat The Fed dalam pidato mereka baru-baru ini. Salah satunya adalah Deputi Gubernur The Fed, Lael Brainard, yang menyebutkan bahwa meski gambaran ekonomi AS secara umum masih positif, tetapi ada risiko-risiko yang meningkat, termasuk risiko luar negeri dan risiko utang korporasi.

Menurut Ajay Kedia, Direktur Kedia Commodities di Mumbai, lemahnya data Ketenagakerjaan AS membuat Indeks Dolar tertekan. Hal ini terbukti positif bagi emas. Kedia mengekspektasikan level resisten akan berada pada $1,270, terutama sebelum rapat FOMC digelar pada tanggal 18-19 Desember 2018. ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : Rifan financindo 

Sumber : seputarforex