RIFANFINANCINDO PEKANBARU | Harga Emas Stabil Menantikan Kebijakan The Fed

RIFANFINANCINDO PEKANBARU – Tak berbeda dengan Dolar AS, harga emas sideways di sesi Eropa, Senin (30/Juli) malam menjelang pengumuman kebijakan Federal Reserve hari Kamis mendatang, serta dua bank sentral mayor lainnya.

emas

Kebijakan Moneter The Fed Paling Diantisipasi Emas

Sejauh ini, kenaikan suku bunga bank sentral AS masih menjadi faktor penekan harga emas karena membuat Dolar AS menguat. Itu sebabnya, kebijakan moneter The Fed menjadi yang paling diantisipasi oleh trader emas ketimbang kebijakan bank sentral lainnya.

The Fed, yang akan memulai rapatnya Selasa malam dan berakhir Kamis dini hari, diekspektasikan tidak akan mengubah kebijakan moneternya setelah kenaikan suku bunga pada Juni kemarin. Namun, para inevstor akan mencari petunjuk, kapan Rate akan dinaikkan lagi.

Adapun bank sentral lain yang akan merilis kebijakan moneternya pekan ini adalah Bank of Japan (BoJ) dan Bank of England (BoE), masing-masing pada hari Selasa (31/Juli) dan Kamis (02/Agustus). Kedua bank sentral tersebut diperkirakan akan mengubah kebijakannya bulan ini.

Harga Emas Sideways Di Level Rendah

Harga emas spot turun 0.1 persen ke $1,221.93 per troy ons pada pukul 16:09 WIB. Meski demikian, harga tersebut masih lebih tinggi dibandingkan dengan level rendah satu tahun di $1,211.08 yang sempat tersentuh bulan ini.

Menguatnya Dolar AS akan menyebabkan harga emas menjadi lebih mahal bagi para pemilik logam mulia tersebut yang menggunakan mata uang selain Dolar. Akibatnya, permintaan emas jadi berkurang. Dolar AS menguat sejak pertengahan April lalu, dan di saat yang sama, harga emas spot justru jatuh hampir 10 persen.

Sementara itu, harga emas futures turun 0.3 persen ke $1,219 per troy ons. Sedangkan grafik XAU/USD dengan time frame 4 jam berikut menunjukkan pergerakan sideways, dimana harga emas diperdagangkan pada $1,223.18:

emas

Investor Kurang Minati Emas Sebagai Safe Haven

Saat terjadi konflik perdagangan, saat ini investor lebih memilih untuk mengambil Dolar sebagai safe haven daripada emas. Itulah yang membuat Dolar kian menguat dan harga emas kian jatuh.

“Emas masih bergantung pada ‘cerita’ Dolar, dan saya tidak melihat sinyal korelasi akan tertembus,” kata Oliver Nugent, Pakar Komoditas di ING kepada Reuters. “Kurangnya minat investor adalah karena emas mulai berperilaku seperti mata uang, tidak ada aliran safe haven yang mengalir ke logam mulia tersebut.”  ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : Rifanfinancindo

Sumber : seputarforex