RIFAN FINANCINDO PEKANBARU | Harga Emas Tak Respon Rilis Data NFP AS

RIFAN FINANCINDO PEKANBARU – Tak ada perubahan signifikan yang terjadi pada harga emas setelah pengumuman data Ketenagakerjaan AS di hari Jumat (06/Juli) malam ini. Hal ini terjadi setelah tensi konflik perdagangan yang meningkat pasca pemberlakuan bea impor AS terhadap barang-barang China. Siang tadi, harga emas merespon ketegangan tersebut dengan kenaikan.

emas

Saat berita ini ditulis, harga emas futures di Comex untuk pengiriman pada bulan Agustus menurun 0.16 persen ke harga $1,256.80 per ons troy. Sedangkan harga emas spot juga turun 0.1 persen ke angka $1,256.54 per ons troy pada pukul 07:02 GMT. Namun, Reuters mencatat ada kenaikan dalam harga emas bulion di India, yang mengarah pada kenaikan mingguan yang pertama.

Grafik harga emas dibandingkan dengan Dolar AS (XAU/USD) di bawah ini juga menunjukkan belum ada kenaikan minat trader untuk membeli emas dalam kondisi saat ini. Tampak bahwa pergerakan harga cenderung sideways setelah lonjakan yang terbentuk pada tanggal 03 Juli:

xauusd

Data Ketenagakerjaan Amerika Serikat Beragam

Walaupun data Non Farm Payroll (NFP) AS naik, data-data penunjang lainnya tak secemerlang itu. NFP AS naik hingga 213,000 pada bulan Juni, mematahkan ekspektasi kenaikan sebanyak 200,000.

Pertumbuhan upah pekerja masih jinak, dengan rata-rata pendapatan per jam yang peningkatannya menyusut dari periode sebelumnya dalam basis bulanan (hanya 0.2 persen dari sebelumnya di 0.3 persen). Dalam basis tahunan, pertumbuhan upah hanya sebanyak 2.7 persen pada bulan Juni, lebih rendah dari ekspektasi 2.8 persen. Yang paling parah adalah tingkat pengangguran, karena kenaikannya mencapai 4.0 persen dibandingkan dengan sebelumnya di 3.8 persen.

Kendati demikian, Kepala Ekonomi ING, James Knightley, masih memiliki pandangan yang optimistis terhadap kenaikan suku bunga AS dua kali lagi di sisa tahun ini. Selain itu, menurutnya kenaikan tingkat pengangguran bukanlah masalah besar, karena realitanya partisipasi tenaga kerja masih tinggi, yakni naik ke 62.9 dari sebelumnya di 62.7.

“Ada 600,000 orang baru yang memasuki pasar tenaga kerja, sehingga kenaikan tingkat pengangguran terjadi dengan alasan yang bagus,” jelas Knightley.

Harga Emas Tak Naik Di Tengah Potensi Perang Dagang

Selain itu, Amerika Serikat resmi memberlakukan bea impor terhadap barang-barang China senilai $34 miliar hari ini. Selanjutnya, pasar tinggal menunggu aksi balasan apa yang akan dilancarkan oleh China.

Harga emas biasanya naik dalam kondisi gejolak semacam ini, tetapi realitanya tidak. Menurut Naeem Aslan dari ThinkMarkets, itu karena pasar sekarang sangat waspada dalam memperdagangkan logam mulia. Secara teknis, Intraday Price Action telah membentuk bullish dan menunjukkan potensi harga untuk menguji level $1,280 dalam beberapa ke depan, apabila pelemahan Dolar berlanjut. ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : Rifan Financindo

Sumber : seputarforex