Harga Emas Terangkat Keterpurukan Dolar Karena Trump

Rifanfinancindo Pekanbaru – Jatuhnya kurs Dolar AS ke level terendah 10 bulan, menyokong harga emas untuk bergerak naik. Harga emas di sesi Asia pada hari Rabu (19/07) ini meningkat, menyentuh ke kisaran harga tertingginya tiga pekan.

Harga emas

Saat berita ini ditulis, harga emas berjangka untuk pengiriman bulan Agustus pada Comex New York Mercantile Exchange ke level harga 1,240 Dolar AS per troy ons dan harga emas spot XAU/USD mengalami kenaikan menjadi di kisaran level harga 1,241 Dolar AS. Sedangkan harga emas batangan pecahan 1 gram bersertifikat Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (Antam) Tbk turut menguat ke level Rp 590,000 dan harga buy back naik ke level harga Rp 528,000.

Kegagalan Donald Trump Menaikkan Harga Emas
Selama sesi perdagangan Selasa kemarin, harga emas mendaki sebesar 8.20 Dolar AS, atau sekitar 0.70 persen ke level 1,241 Dolar, level tinggi sejak bulan Juni. Kenaikan harga emas ini terjadi di tengah melempemnya indeks Dolar. Indeks Dolar terpantau menurun 0.50 persen ke level 94.63; level harga rendah sejak bulan September.

Kemerosotan kurs Dolar terhadap beberapa mata uang mayor lain berkaitan dengan kegagalan Presiden AS, Donald Trump, untuk mereformasi aturan layanan kesehatan. Ketidakmampuan Trump dalam mengubah Obamacare menambah keraguan sebagian besar pelaku pasar mengenai apakah Donald Trump benar-benar mampu menjalankan agendanya untuk revitalisasi perekonomian AS atau tidak.

Para analis menilai, gagalnya penggantian Obamacare menyebabkan kekhawatiran pasar kalau-kalau rencana kebijakan ekonomi Trump akan lebih sulit untuk diimplementasikan.

“Kegelisahan pelaku pasar tentang Donald Trump menyempurnakan kenaikan harga emas sejalan dengan investor yang memandang aset safe haven seperti emas lebih aman”, ucap Lukman Otunaga, analis pasar di broker FXTM. Meskipun demikian, menurut Otunaga, adanya kenaikan prospek pengetatan kebijakan moneter oleh bank-bank sentral global bisa jadi melemahkan daya tarik logam mulia emas dalam kuartal ini.

Prediksi Harga Emas Selanjutnya
Para analis di Citi Research mengatakan bahwa mereka “netral” dalam memandang pergerakan harga emas di paruh kedua tahun 2017 ini. Namun demikian, mereka tetap memprediksi emas akan menurun ke kisaran level harga antara 1,185- 1,210 Dolar AS.

“Pernyataan petinggi Federal Reserve yang mungkin hawkish dan potensi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve, membayangi pergerakan harga logam mulia emas pada paruh kedua tahun 2017. Tapi, kami berpendapat, masih ada kemungkinan tingkat suku bunga AS tetap di level rendah”, ungkap para analis Citi Research.

Masalah politik AS dan turunnya ekspektasi rate hike oleh Federal Reserve dalam waktu dekat telah berhasil mengangkat harga emas secara signifikan. Saat ini, trader cenderung mengamati dengan seksama kondisi pasar untuk mengetahui sinyal dan tanda-tanda momentum positif atau negatif dari aset emas.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat : Rifanfinancindo

Sumber : seputarforex