Harga Emas Terdorong Naik Di Tengah Ketidakpastian Politik Global

PEKANBARU – Harga emas pada hari Selasa (07/02) meningkat sejalan dengan kenaikan permintaan aset safe haven karena keresahan pasar tentang ketidakpastian politik global. Saat berita ini diturunkan, pair XAU/USD diperdagangkan di kisaran harga 1,232 Dolar AS. Harga emas batangan pecahan 1 gram bersertifikat milik PT Aneka Tambang, Tbk turut naik menjadi Rp 592,000 daripada sebelumnya Rp 590,000.
Harga Emas Terdorong Naik Di Tengah Ketidakpastian Politik Global
Pada Comex New York Mercantile Exchange, harga emas berjangka untuk pengiriman bulan April merangkak naik sebesar 0.19 persen ke level harga 1,234 Dolar AS per troy ons. Sedangkan harga perak futures untuk pengiriman bulan Maret naik ke level 17.71 Dolar AS per troy ons ;dan harga tembaga futures untuk pengiriman bulan Maret ke level 2.646 Dolar AS per pound, mengalami penurunan sebesar 0.21 persen.

Harga Emas Ke Level Tertinggi Sejak November

Selama sesi perdagangan kemarin, harga emas mampu merangkak naik sebesar satu persen ke level tertinggi tiga bulan seiring dengan anjloknya mata uang Dolar AS sebesar tiga persen karena kekhawatiran tentang kondisi politik AS. Hal tersebut disebabkan oleh kebijakan kontroversial Donald Trump terkait larangan masuk warga dari tujuh negara Muslim dan proyeksi kenaikan tingkat suku bunga AS hanya dua kali pada tahun 2017 ini.

“Ketidakpastian pada kebijakan ekonomi AS dan prospek kenaikan tingkat suku bunga oleh The Fed bisa jadi akan mendorong permintaan emas jangka pendek oleh bank-bank sentral dan investor,” kata Eily Ong, analis di Bloomberg Intelligence.

Sedangkan menurut analis di ING, Werren Patterson, antusiasme dan optimisme pasar pada kemenangan Donald Trump terlihat memudar. Selain itu, ia menyatakan bahwa pemilu di Belanda, Perancis, dan Jerman juga membuat sebagian besar investor resah sehingga minat pada aset berisiko menurun.

Perlu diketahui bahwa harga emas telah mengalami peningkatan sebesar tujuh persen tahun ini seiring dengan sebagian besar investor beralih ke aset safe haven di tengah perselisihan Donald Trump dengan negara Meksiko, Jerman, dan China. Saat ini, pelaku pasar terus menantikan rencana kebijakan Donald Trump yang akan melakukan deregulasi, memangkas pajak, dan membangun infrastruktur.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat :  Rifan Financindo

Sumber : seputarforex.