Harga Emas Tergerus Pernyataan The Fed Dan Data Ekonomi AS

Rifan Pekanbaru – Keputusan serta pernyataan FOMC tadi malam memukul harga emas di sesi Asia hari Kamis (04/05) ini di level terendah satu bulan. Ambruknya harga logam mulia emas sejalan dengan penguatan mata uang Dolar AS terhadap beberapa mata uang mayor lainnya.

Harga Emas Tergerus Pernyataan The Fed Dan Rilis Data AS

Pengumuman Suku Bunga AS Dan Pernyataan FOMC

Dalam sesi New York kemarin, harga emas tergelincir setelah The Fed memutuskan untuk tidak menaikkan tingkat suku bunga-nya, yaitu tetap di kisaran 0.75 hingga satu persen sesuai ekspektasi sebagian besar pelaku pasar. Selain itu, bank sentral AS juga memberikan sinyal bahwa bisa jadi akan ada dua rate hike lagi secara bertahap.

“Pernyataan FOMC sedikit lebih hawkish daripada prediksi sebelumnya dan saya kira The Fed kemungkinan akan menaikkan tingkat suku bunga-nya lagi pada bulan Juni mendatang,” ujar Paul Ashworth, analis di Capital Economics.

Senada dengan Paul Ashworth, Rob Haworth, seorang analis senior di Bank Wealth Management AS berpendapat bahwa harga emas dapat terbebani lagi karena Fed mungkin akan memutuskan untuk menaikkan suku bunga AS pada pertemuan bulan Juni nanti. Menurut Rob Haworth, dalam komentar Fed tadi malam terdapat indikasi bahwa data ekonomi AS masih cukup kuat untuk adanya pengetatan kebijakan.

Saat berita ini diturunkan, harga emas spot diperdagangkan turun menjadi di kisaran level 1,240 Dolar AS dan harga emas berjangka untuk pengiriman bulan Juni mengalami pelemahan sebesar 0.60 persen ke level harga 1,241 Dolar AS per troy ons. Sedangkan harga emas batangan pecahan 1 gram milik PT Aneka Tambang (Antam), Tbk menyusut ke level Rp 580,000 dan harga buy back turun signifikan menjadi Rp 524,000.

Harga Emas Juga Tersengat Positifnya Data Ekonomi AS

Pelemahan harga emas disebabkan pula oleh rilis data ekonomi AS seperti PMI jasa dan data ADP Nonfarm Employment Change yang positif. Sektor jasa negeri Paman Sam ini selama bulan April bertumbuh melebihi ekspektasi yakni menjadi 57.5 dari sebelumnya 55.2. Data tersebut menunjukkan bahwa kondisi ekonomi AS masih berekspansi dan berusaha bangkit dari penurunan pada kuartal pertama tahun 2017. Sedangkan data Nonfarm Employment Change versi ADP selama bulan April kemarin juga berada di atas ekspektasi pasar dan tetap solid.

Di samping itu, fokus pelaku pasar saat ini adalah pada rilis data dari sektor ketenagakerjaan AS, yaitu NFP. Rilis data dari pasar tenaga kerja tersebut dinilai penting untuk mengetahui sinyal Fed rate hike selanjutnya.

Perlu diketahui bahwa harga emas sangat sensitif dengan rilis data ekonomi penting AS dan pergerakan tingkat suku bunga The Fed. Harga si kuning akan cenderung turun seiring penguatan Dolar apabila bank sentral AS menaikkan tingkat suku bunga AS lagi.

 (Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat :PT Rifan Financindo

Sumber : seputarforex