PT RIFAN FINANCINDO / Harga Emas Terjungkal Seusai Rapat Bank Sentral AS

PT Rifan Financindo Pekanbaru – Harga emas turun sekitar 1 persen setelah rapat kebijakan bank sentral AS (Federal Open Market Committee/FOMC) mengindikasikan akan dilakukannya kenaikan suku bunga ketiga akhir tahun ini. Bahkan, harga emas di pasar berjangka sampai tembus ke bawah level $1,300 yang selama ini dianggap sebagai ambang support psikologis.

Harga Emas Terjungkal Seusai Rapat FOMC

Harga emas sempat merangkak naik menjelang pengumuman hasil rapat FOMC dini hari tadi (21/September), tetapi kemudian langsung berbalik jatuh. Bullion sempat menyentuh $1,295.81 per troy ons, level harga terendahnya sejak 28 Agustus. Saat berita ditulis, pasangan XAU/USD masih beredar di kisaran $1,299.20, sedangkan harga emas Antam untuk hari ini belum dirilis.

Keputusan FED Sesuai Ekspektasi

Hasil akhir rapat FOMC sebenarnya sesuai ekspektasi. Bank sentral AS (Federal Reserve/FED) mengatakan akan mulai mengurangi portofolio obligasi dan sekuritas lainnya yang dahulu dihimpun dalam program Quantitative Easing (QE) dan telah membengkakkan neraca keuangannya sejak pasca krisis finansial. Poin yang cukup mengejutkan adalah, proyeksi baru yang tercapai dalam rapat tersebut menunjukkan 11 dari 16 anggota mendukung suku bunga lebih tinggi per akhir tahun ini.

FED keluar dan mengatakan mereka akan melakukan pembalikan QE dalam besaran sekitar $10 milyar per bulan; mereka masih mengekspektasikan sebuah kenaikan suku bunga di bulan Desember dan tiga kali lagi di tahun 2018. Ini menempatkan sedikit tekanan pada emas,” ujar Jeff Klearman, manajer portofolio di GraniteShares, sebagaimana dikutip oleh Reuters.

Karena Imbal Hasil Emas Bukan Bunga

Perlu diketahui, emas sebagai salah satu aset investasi dengan imbal hasil tak berbentuk bunga, akan cenderung ditinggalkan oleh pelaku pasar apabila ada kenaikan suku bunga. Di sisi lain, aset berimbal hasil dalam bentuk bunga seperti Obligasi Pemerintah AS (US Treasury) justru banyak diminati. Demikian pula dalam event kali ini.

Yield Obligasi Pemerintah AS melonjak ke level tinggi enam pekan, sementara saham-saham Wall Street rontok. Dolar menguat versus mata uang-mata uang mayor dengan indeks Dolar meroket ke 92.498, dari 91.793 pada penutupan hari Selasa.

Penurunan harga juga dialami oleh komoditas logam mulia lainnya. Harga Perak Spot anjlok 1.27 persen ke $17.10 per ons, sedangkan Platinum selip 0.63 persen ke $942 per ons. ( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat : PT Rifan Financindo

 Sumber : seputarforex