Harga Emas Terkoreksi Penguatan Dolar dan Saham

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA ? Kenaikan harga emas melambat diawal pekan ini. Sebelumnya harga emas sempat mencapai posisi puncak dalam satu semester, terbaik selama beberapa dekade ini. Para pialang berhitung ulang dengan kemungkinan kenaikan suku bunga AS. Umumnya mereka yakin bahwa suku bunga akan dinaikkan pada akhir tahun ini.Musababnya, perekonomian AS menunjukkan kondisi yang terus membaik. Hal ini mendorong penguatan nilai tukar Dolar AS atas sejumlah mata uang dunia. Juga membuat kenaikan disejumlah indek bursa saham dunia. Kombinasi ini menjadi sentimen negatif bagi harga emas untuk melanjutkan kenaikannya. Emas sebagai safe haven, terlihat limbung pamornya.

Akhir pekan kemarin, Indek Saham Global, MSCI mencapai posisi tertingginya dalam waktu hampir satu tahun terakhir ini. Data ketenaga kerjaan AS menunjukkan jumlah pekerjaan yang tersedia mengalami lonjakan dibulan Juli. Lapangan kerja yang membaik diikuti dengan naiknya upah pula. Akibatnya sebagian pialang semakin yakin suku bunga AS akan dinaikkan pada Desember nanti. Minggu lalu, tingkat keyakinan pasar akan kenaikan ini hanya sebesar 36% saja. Kini meningkat menjadi 48% bahwa suku bunga akan naik akhir tahun ini.

Dalam catatan yang lebih pendek, pada kwartal terakhir ini harga emas memang mengalami perlambatan kecepatan naiknya. Sempat menyentuh posisi puncak terbaiknya dalam satu semester, kemudian menyurut. Harga emas sempat naik hingga 29% ditahun ini sebelum kembali turun ke area naik 27%. Sentimen kuat harga emas masih akan positif ditahun ini adalah tren suku bunga rendah yang dilakukan oleh sejumlah bank sentral dunia. Bank Sentral Eropa dan Jepang, kembali melanjutkan kebijakan moneter yang lunak.

Kebijakan stimulus ini untuk meningkatkan ekonomi domestiknya. Suku bunga kedua bank sentral ini dipertahankan rendah sebagaimana suku bunga kredit AS. Kenaikan suku bunga sudah pasti akan memberikan pukulan bagi investor yang berniat menginvestasikan asetnya dalam bentuk logam mulia. Bagi mereka, kondisi suku bunga rendah bahkan minus, akan lebih baik menyimpan uang atau asetnya dalam bentuk emas daripada tabungan atau deposito.

Dalam jangka pendek, emas masih akan terkoreksi dengan penguatan kembali Dolar AS dan naiknya indek saham ini. Disisi lain, dilaporkan pula bahwa pembelian emas oleh Cina, sebagai negara konsumen dan produser emas terbesar dunia mengalami penurunan. Naiknya harga emas dibulan Juli sebagai efek lanjutan dari keluarnya Inggris dari Uni Eropa, membuat pembelian emas ini menurun. Dalam perdagangan emas berjangka, harga emas untuk kontrak pengiriman bulan Desember menurun 0,2% ke harga $1.341,30 per troy ons.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Sumber :?http://financeroll.co.id/