Harga Emas Terperosok, Dipicu Pandangan Kenaikan Suku Bunga AS

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA – Harga emas di sesi Asia pada hari Kamis (24/11) terperosok sebesar dua persen ke level di bawah USD1,200, sejalan dengan berlanjutnya penguatan mata uang Dolar AS karena ekspektasi tinggi terkait dengan kenaikan tingkat suku bunga oleh the Fed pada bulan Desember mendatang. Saat berita ini diturunkan, pair XAU/USD berada di level harga 1,186 Dolar AS dan harga emas Antam pecahan 1 gram terpantau menurun dari sebelumnya Rp 591,000 menjadi Rp 589,000.

Harga Emas Terpelosok, Dipicu Kenaikan Suku Bunga AS

Sementara itu, pada Comex New York Mercantile Exchange, harga emas berjangka untuk pengiriman bulan Desember turun menjadi 1,185 Dolar AS per troy ons. Sedangkan harga perak futures untuk pengiriman bulan Desember melandai ke level 16.36 Dolar AS per troy ons dan harga tembaga futures untuk pengiriman bulan Desember diperdagangkan di level 2.689 Dolar AS per pound.

Selama sesi perdagangan New York kemarin, harga emas ambruk menuju ke level terendah sembilan bulan, karena mata uang Dolar AS yang terus melanjutkan relinya ke level tertinggi sejak tahun 2003. Penguatan Dolar AS ini utamanya dipicu oleh rilis serangkaian data ekonomi yang menunjukkan perbaikan sangat signifikan, sehingga mampu menaikkan peluang rate hike the Fed bulan Desember nanti.

Rilis Data Ekonomi AS Dan Notulen Rapat FOMC

Harga emas terus mengalami pelemahan pasca rilis beberapa data ekonomi AS dan FOMC minutes. Rilis data Pesanan Barang-barang Tahan Lama AS (Durable Goods Orders) untuk bulan Oktober rebound dari 0.2 persen menjadi 1.0 persen, terangkat oleh adanya peningkatan permintaan mesin dan peralatan lainnya. Sementara itu, rilis notulen rapat FOMC tadi malam mengindikasikan bahwa pembuat kebijakan the Fed sudah percaya diri dan meyakini pertumbuhan ekonomi AS sudah cukup kuat apabila the Fed menaikkan tingkat suku bunga-nya dalam waktu dekat ini.

Sejauh ini, harga emas sudah menurun sebesar 11 persen dari level tinggi pasca kemenangan Donald Trump dua minggu lalu. Pada sesi sebelumnya, harga logam mulia dipukul mundur oleh berkembangnya ekspektasi bahwa kebijakan ekonomi Presiden terpilih AS, Trump, akan berhasil menaikkan pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi AS.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Lihat : PT. Rifan financindo berjangka pekanbaru

Sumber : seputarforex