Harga Emas Terus Tertekan, LBMA Prediksi Akan Naik Tahun Depan

Rifan Financindo Pekanbaru – Harga emas terus tertekan sepanjang pekan ini. Gold Spot XAU/USD pada sesi Asia hari Kamis pagi ini (19/Oktober) telah minus 0.22% ke $1278.15. Harga Emas Antam pun telah melorot hingga Rp622,553 per gram, dengan harga buyback Rp553,300; jauh di bawah posisinya di awal pekan. Selain karena telah meredanya konflik geopolitik di Timur Tengah dan Semenanjung Korea, penurunan harga emas juga disebabkan oleh kegamangan pasar menantikan pemilihan pimpinan bank sentral AS yang baru.

Harga Emas Terus Tertekan

Pilih-Pilah Kandidat Ketua FED

Amerika Serikat merupakan negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia, sedangkan pimpinan bank sentral AS (Federal Reserve/FED) memiliki kekuasaan untuk mengatur peredaran Dolar AS dan kebijakan moneter lainnya. Secara historis, kondisi finansial global dan keuangan negara-negara lain seringkali terpengaruh oleh kebijakan-kebijakan FED, baik itu dalam hal aliran modal (capital flow) maupun nilai tukar. Oleh karena itu, pemilihan pimpinan bank sentral AS untuk menggantikan Janet Yellen yang akan selesai bertugas Februari 2018 mendatang, menjadi sorotan khusus.

Bagi para trader dan investor, apabila pimpinan FED baru ternyata berpandangan lebih hawkish (condong untuk menaikkan suku bunga), maka pengaruhnya dikhawatirkan akan bearish terhadap emas. Sedangkan bila pimpinan FED baru ternyata lebih dovish (cenderung enggan menaikkan suku bunga), maka diekspektasikan akan berdampak positif bagi emas. Masalahnya, Trump nampaknya condong pada kandidat berpandangan hawkish.

Menurut laporan Reuters kemarin, Presiden Donald Trump telah mengantongi lima nama kandidat pimpinan FED berikutnya, yaitu Janet Yellen(Ketua FED saat ini, dovish), Gary Cohn (Penasihat Ekonomi Utama Presiden Donald Trump dan Direktur National Economic Council, belum diketahui), Kevin Warsh (Politisi, Anggota Dewan Gubernur FED 2006-2011, hawkish), Jerome Powell (Anggota Dewan Gubernur FED sejak 2012, netral), dan John Taylor (Ekonom Universitas Stanford, hawkish). Trump kemungkinan akan mengumumkan pilihan akhirnya sebelum kunjungan kenegaraan ke Asia pada awal November mendatang.

LBMA Tetap Optimis, Tetapi Tak Se-optimis Tahun Lalu

Sementara itu, Konferensi Tahunan London Bullion Market Association (LBMA) di Barcelona baru saja berakhir kemarin. Sebagaimana di tahun-tahun sebelumnya, peserta konferensi mengumumkan forecast berapa harga emas saat konferensi tahunan berikutnya digelar. Meski prediksi itu sering meleset, tetapi tak jarang pula posisi harga emas ternyata meroket jauh di atas perkiraan.

Prediksi Harga Emas LBMA

Kali ini, peserta konferensi memperkirakan harga emas akan naik ke $1369 per ons saat konferensi digelar di Boston tahun depan, atau 6.6% dari posisi harga acuan pada Selasa siang di $1284.75. Namun, menurut BullionVault, prediksi ini satu persen lebih rendah dari rerata forecastharga pada sepuluh konferensi LBMA terakhir. ( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat :  ​ Rifan Financindo 

 

Sumber : seputarforex