Harga Emas Turun Akibat Rencana Pertemuan Trump-Kim Jong Un

 – Harga emas turun dalam tiga sesi perdagangan hingga Jumat (09/Mar) sore ini, menyusul penguatan Dolar AS terhadap safe-haven Yen. Harapan akan meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara menjelang laporan Non Farm Payroll (NFP) AS nanti malam, membuat para investor yakin untuk kembali ke Dolar AS.

emas

Trump Akan Bertemu Kim Jong Un

Presiden AS Donald Trump tadi malam mengatakan bahwa dirinya akan bersiap untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Korea Utara, Kim Jong Un. Ini merupakan berita besar karena akan menjadi pertemuan yang pertama sejak berbagai konflik yang telah dilancarkan oleh kedua negara tersebut.

Pasar berharap, pertemuan Trump dan Kim Jong Un akan menghasilkan perdamaian masalah nuklir dan menyelesaikan ketegangan di antara keduanya. “Kami (pelaku pasar) sedang memperhatikan reaksi terhadap pertemua Trump-Kim Jong Un, sebab itulah aset-aset safe haven tertekan.

Harga emas spot turun 0.3 persen ke angka USD1,318.06 per ons pada pukul 14:37 siang tadi. Sedangkan XAU/USD diperdagangkan flat dan justru sedikit mencuat naik ke harga USD1,320.0 per ons. Harga emas futures di Comex untuk pengiriman bulan April merosot 0.2 persen ke kisaran harga USD1,319.7 per ons.

emas-comex

Kondisi harga emas hari ini berkebalikan dengan minggu lalu, tepatnya saat Dolar AS tumbang terhadap Yen Jepang seiring dengan rencana penerapan bea impor logam oleh Donald Trump.

Bea Impor Logam Trump Ditandatangani

Kemarin malam, tanpa mempedulikan saran dan kritik mengenai rencananya itu, Trump tetap menandatangani bea impor terhadap baja dan aluminium, dengan porsi masing-masing 25 persen dan 10 persen. Para pengusaha AS akan dikenai bea sebesar persentase tersebut apabila mengimpor baja dan aluminium dari negara-negara selain Meksiko dan Kanada.

“Kami cukup bearish terhadap harga emas, dan memperkirakan kenaikan yield sebagai lawannya,” kata analis Societe Generale yang dikutip oleh Reuters.

Analis tersebut memproyeksi bahwa harga emas bakal tumbang hingga USD1,275 per ons dalam enam bulan ke depan. Selain itu, nanti malam pasar akan mengamati laporan NFP AS, yang diperkirakan akan mencetak angka yang lebih baik daripada sebelumnya.