Rifanfinancindo | Harga Emas Turun Di Awal Pekan FOMC

Rifanfinancindo – Harga emas turun di sesi perdagangan Senin (17/Desember) siang ini, menjelang rapat bank sentral AS (FOMC) yang berlangsung tanggal 18-19 Desember besok. Konsensus pasar masih mengekspektasikan kenaikan suku bunga AS. Namun, fokus utama adalah pada petunjuk kebijakan The Fed untuk tahun 2019, terutama setelah para pejabat bank sentral AS tersebut mengindikasikan terbentuknya perlambatan global tahun depan.

Harga emas spot turun 0.2 persen ke $1,236.30 per ounce tadi pagi. Saat berita ini ditulis pada pukul 12:50 WIB, grafik harian XAU/USD berikut menunjukkan penurunan 0.1 persen ke 1,236.89.

rifan-pekanbaru.com

Selain antisipasi terhadap rapat FOMC, harga emas tertekan oleh menguatnya Dolar AS yang diminati sebagai safe haven, di tengah isu perlambatan global dan sejumlah isu lainnya di dunia.

 

Tanda-Tanda Perlambatan Global Mulai Terlihat

Melemahnya data ekonomi China dan Eropa minggu lalu membuat pasar saham Asia memulai pekan ini dengan penurunan. Penurunan data kedua wilayah tersebut menambah bukti mendinginnya pertumbuhan global. Hal ini dikhawatirkan menjadi dampak dari gesekan perdagangan intenasional yang merugikan bisnis dan laba perusahaan.

rifan-pekanbaru.com

Sementara itu, Penjualan Ritel AS naik di bulan November lalu karena meningkatnya pembelian mebel, barang-barang elektronik, dan barang-barang lain. Data tersebut sedikit meredakan kekhawatiran akan signifikansi perlambatan ekonomi AS, walaupun Outlook-nya terus menurun.

 

Pernyataan Draghi Dan Isu Brexit

Akhir pekan lalu, Presiden ECB Mario Draghi menyampaikan bahwa pertumbuhan sudah lebih lemah daripada prediksi sebelumnya. Draghi menyerukan kepada para pimpinan Uni Eropa untuk terus menggalakkan reformasi Zona Euro.

Sedangkan di Inggris, Brexit masih menjadi isu utama yang diperhatikan pasar. Kementerian menyatakan bahwa pemerintah Inggris tak menyiapkan kemungkinan untuk menggelar referendum Brexit kedua. Artinya, dengan sedikit penyesuaian, proposal Brexit PM May masih punya kans untuk lolos di parlemen.