PT RIFAN FINANCINDO PEKANBARU | Harga Emas Turun Meski Dolar Dihantam Komentar Trump

PT RIFAN FINANCINDO PEKANBARU – Harga emas turun ke level rendah satu tahun di hari Jumat (20/Juli) ini. Padahal, pasar saham dan Indeks Dolar juga tengah melemah pasca komentar Trump. Dalam wawancaranya dengan CNCB kemarin malam, Presiden Amerika Serikat tersebut mengungkapkan ketidaksenangannya pada kenaikan suku bunga The Fed dan Dolar AS. Seharusnya, pernyataan semacam ini menggenjot harga emas, tetapi kenyataannya tidak.

emas

Di awal sesi Asia, harga emas futures untuk pengiriman Agustus di Comex New York turun 0.5 persen ke $1,2180.30 per troy ons. Sedangkan harga emas spot turun 0.3 persen ke $1,218.72 per troy ons pada pukul 10:52 WIB. Di sesi sebelumnya, harga emas melemah ke level terendah sejak Juli tahun lalu di $1,211.08 per ons.

Trump Tak Suka Suku Bunga Naik

Merujuk pada kenaikan suku bunga dan Dolar AS, Trump mengatakan, “Saya kurang senang.” Dalam wawancaranya dengan CNBC semalam, ia juga mengutarakan, “Karena kita akan melakukan peningkatan (ekonomi), dan setiap kali kita naik, mereka (The Fed) ingin menaikkan suku bunga lagi. Saya sangat tidak senang dengan ini. Namun, saya hanya bisa membiarkan mereka melakukan apa yang mereka rasa terbaik.”

Komentar itu seketika menjatuhkan Indeks Dolar dari 95.12 ke 94.92. Dolar AS juga jatuh terhadap mata uang-mata uang mayor seperti Yen dan Euro. Namun dalam kondisi seperti ini, bukannya naik, harga logam mulia malah ikut turun.

Pandangan Terhadap Harga Emas Masih Beragam

“Tampaknya, emas memang benar-benar tidak bisa memanfaatkan (isu) apapun untuk naik,” kata Edward Meir dari INTL FCStone. “Jadi tak ada yang berubah walaupun (pasar) dalam kondisi kacau akibat komentar presiden. Emas terus tertekan di bawah Dolar … .”

Pendapat senada juga dituturkan oleh Suki Cooper, analis logam mulia dari Standard Chartered. Ia mengatakan, “Dalam kondisi saat ini, emas harus berjuang penuh untuk memperoleh permintaan safe haven. Menurut saya, banyak hal yang berhubungan dengan fakta bahwa kita sedang berada dalam periode yang lemah secara fisik, dan kita sewajarnya akan mencari (aset dengan) harga yang lebih baik,”

Meski demikian, ada pula analis yang memprediksikan pemulihan harga emas. Bart Melek, Kepala Riset Komoditas di TD Securities mengatakan,


Emas sangat punya kemampuan untuk pulih tahun ini, dan saya rasa ada risiko signifikan dengan (yield) curve yang mulai mendekati inversi, (setelah itu) semuanya akan melambat, dan The Fed tak akan seagresif tahun ini di tahun 2019 nanti. Kami juga melihat peluang besar bagi Dolar untuk (bearish) reversal, dan hal ini akan membantu emas untuk naik tahun depan.


Walaupun emas spot dan futures melemah, XAU/USD justru menunjukkan pemulihan. Di sesi Eropa ini, pasangan instrumen tersebut naik ke harga 1,223.93, meninggalkan level 1214.07 seperti yang tergambar dalam grafik di bawah ini:

xu