PT Rifan Financindo Pekanbaru | Harga Emas Turun, Pidato Xi Jinping Redakan Gejolak Perang Dagang

PT Rifan Financindo Pekanbaru  – Harga emas turun di hari Selasa (10/Apr) pagi ini setelah pidato Presiden China, Xi Jinping, yang menguatkan Dolar AS. Harga emas futures untuk pengiriman bulan Juni di Comex tergelincir 0.17 persen dan diperdagangkan di angka 1,337.8 per troy ons pada pukul 10:56 WIB.

emas

Xi Jinping: Perang Dagang Sudah Bukan Zaman

Pagi tadi, Presiden China Xi Jinping menyampaikan pidato di Boao yang berisi komentar mengenai perang dagang dengan AS yang selama ini menjadi kekhawatiran bagi pasar. Presiden Xi menyatakan bahwa mental untuk menyulut perang dagang sudah tidak sesuai diterapkan di masa sekarang.

Selain itu, pemerintah China akan menurunkan bea impor bagi produk otomotif dan sejenisnya dari seluruh dunia sembari berencana akan membuat China lebih terbuka dalam sektor ekonomi.

Pernyataan tersebut diasumsi melegakan oleh para investor. Akibatnya, harga emas turun bersama dengan berkurangnya sentimen penghindaran risiko dan Dolar AS pun menguat terhadap mata uang safe haven seperti Yen.

Dolar AS Pengendali Utama Harga Emas Saat Ini

Ahli Logam Mulia dari ABN Amro, Georgette Boele, menuliskan dalam catatannya bahwa pengendali utama harga emas untuk tahun 2018 ini adalah Dolar AS. Menurutnya, dalam beberapa bulan ke depan Dolar AS akan rebound bersama dengan meredanya gejolak perang dagang.

Di sisa-sisa tahun 2018 nanti, kami mengekspektasikan bahwa gejolak perdagangan antara AS dengan China tidak akan meningkat menjadi perang dagang,” kata Boele. “Tampaknya Dolar AS akan pulih dalam tingkat sedang jika potensi perang dagang surut dan apabila The Fed melanjutkan kenaikan suku bunganya sesuai ekspektasi.

Ahli di bank yang berkantor di Belanda itu mengakui bahwa hubungan antara Dolar AS dan harga emas tahun ini cukup mengejutkan sebagian trader. “Saat ini, Dolar AS masih cenderung melemah dalam lingkup pasar ekuitas yang menguat. Sebaliknya, emas akan profit apabila ada pelemahan dalam saham-saham, meningkatnya tensi perdagangan global, dan gelombang penghindaran risiko,” tambah Boele. “Dolar AS dan emas memiliki hubungan negatif yang sangat kuat. Akibatnya, emas pun berlaku sebagai aset saat risk-on.”

Gejolak perang dagang memang sedikit mereda, tetapi masih ada masalah Suriah. Presiden AS Donald Trump menyatakan akan dengan cepat menangani masalah senjata kimia yang dicurigai dimiliki oleh negara tersebut. Trump juga telah memberikan teguran pada Rusia karena memberikan dukungan bagi Presiden Bashar Al-Assad. Kondisi semacam ini masih membuka peluang bagi harga emas untuk naik.  ( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat :  PT Rifan financindo
Sumber : seputarforex