RIFAN FINANCINDO | Harga Emas Turun Sesaat, Dilanda Profit Taking Pasca FOMC

RIFAN FINANCINDO PEKANBARU – Harga emas turun, tak memperpanjang kenaikan yang diperoleh dari jatuhnya Dolar AS di hari Kamis (22/Maret) siang ini. Penyebabnya adalah aksi ambil untung (profit-taking) yang dilakukan oleh para investor. Dini hari tadi, harga emas melonjak begitu Bank Sentral AS (The Fed) merilis kebijakan moneter yang tidak se-hawkish harapan investor.

emas-batangan

The Fed menaikkan tingkat suku bunganya di bulan Maret 2018 dan memprediksi setidaknya dua kali kenaikan lagi di tahun 2018. Padahal, para investor berharap akan ada tiga kali lagi kenaikan suku bunga setelah ini. Akibatnya, Dolar AS jatuh dan harga emas naik hingga ke level tinggi dua pekan.

Dalam pernyataan kebijakan moneter pertama yang dipimpin oleh Jerome Powell, The Fed mengindikasikan bahwa inflasi AS akan meningkat dan mencapai target 2 persen. Sedangkan perekonomian AS pun telah mendapatkan momentum. Sayangnya, pasar kurang puas dengan pernyataan ini.

“Rilis kebijakan FOMC Maret 2018 lebih dovish daripada yang kita harapkan… Di satu sisi, The Fed menunjukkan keberaniannya dalam mengatasi kesulitan, tetapi di sisi lain ada bahaya yang terkandung dengan melakukan hal tersebut, yakni dapat menyebabkan masalah dalam sektor kredit,” kata Alasdair Macleod, Kepala Goldmoney Inc. di Toronto. “Kondisi seperti ini bagus bagi emas, karena kita dapat mengekspektasikan Dolar AS akan melemah,” sambungnya.

Harga Emas Sudah Naik Kembali

Harga emas spot turun 0.1 persen ke $1,329.91 per ons hari ini. Sedangkan harga emas futures untuk pengiriman April di Comex berada pada posisi $1,330.20 per troy ons. Meski demikian saat berita ini ditulis, harga emas naik kembali menuju harga $1,332.87.

Selain suku bunga AS, investor juga melihat ketegangan antara AS dan China sebagai dukungan untuk harga emas. Emas merupakan aset safe haven selama terjadi gejolak politik. “Apabila Anda mempertimbangkan faktor geopolitik dan ketidakpastian pasar sehubungan dengan kemungkinan perang dagang, maka emas adalah komponen andalan dalam portofolio investasi apapun,” kata Stephen Innes dari OANDA, yang dikutip oleh Business Standard. ( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat :  Rifan Financindo

Sumber : seputarforex