0

PT RIFAN FINANCINDO PEKANBARU | Harga Emas Turun Setelah PBoC Longgarkan Moneter

PT RIFAN FINANCINDO PEKANBARU – Harga emas turun setelah Dolar AS menguat, dikarenakan People Bank of China (PBoC) mengumumkan pemangkasan sebesar 1% terhadap Required Reserve Ratio (RRR) pada hari Minggu kemarin. Bank sentral tersebut juga menyuntikkan dana sebesar 750 miliar yuan ke sistem finansialnya. Hal itu dilakukan sebagai langkah signifikan untuk menurunkan financing cost dan mendorong pertumbuhan, di tengah eskalasi perang dagang dengan AS.

“Bank sentral China memotong RRR bagi bank-bank komersial sebanyak 1 persen, untuk mendukung aktivitas utang,” tulis analis St. George Bank di Australia. “Menariknya, PBoC juga menambahkan bahwa pemotongan RRR tidak akan menyebabkan depresiasi mata uang. Yang artinya, otoritas akan menjaga agar Yuan tak terlalu tertekan.” tambah analis tersebut.

Akibatnya, Dolar AS pun naik 0.1 persen walaupun di akhir pekan kemarin sempat jatuh akibat buruknya Non Farm Payroll (NFP) AS. Sebaliknya, harga emas pun tertekan.

Harga Emas Diprediksi Turun Terbatas Dalam Jangka Pendek

Harga emas spot turun 0.2 persen ke $1,200.31 per troy ons, pada pukul 08:03 WIB, setelah menghimpun kenaikan sebanyak 0.9 persen pekan lalu. Sedangkan harga emas futures di Comex New York, turun 0.1 persen ke $1,204.40 per troy ons. Grafik XAU/USD di bawah ini juga menunjukkan penurunan tajam, bahkan sudah menembus ke bawah level 1200:

xu

Dalam jangka pendek, harga emas diproyeksikan akan mengalami penurunan terbatas karena level terendah tahun ini diperkirakan telah tercapai. Jeff Wright, analis dari GoldMining Inc. mengatakan bahwa ia yakin, harga emas telah mencapai dasar atau sedang menuju level dasar dalam jangka pendek. Saat ini, bank-bank sentral tidak membeli lebih banyak emas karena harganya yang sedang menurun. Menurut Wright, perkembangan perang dagang AS-China dan negosiasi Brexit akan menjadi dua faktor yang menopang harga emas dari penurunan tajam. ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : rifan-pekanbaru

Sumber : Seputarforex

Tinggalkan Balasan