RIFANFINANCINDO PEKANBARU | Harga Emas Turun Tipis, Investor Tunggu Konfirmasi Fed Hike

RIFANFINANCINDO PEKANBARU – Harga emas bergerak turun di sesi perdagangan Rabu (26/Sep) pagi ini, setelah sideways di sesi perdagangan sebelumnya. Para investor sedang menantikan rincian hasil rapat FOMC pada Kamis dini hari nanti. Mereka mengekspektasikan kenaikan suku bunga AS sebesar 25 bps, juga sinyal Rate Hike lanjutan.

Jelang Pengumuman Rate Hike, Data Ekonomi AS Menguat

Data ekonomi AS menjelang rapat The Fed pekan ini menunjukkan penguatan. Yang terbaru dan dirilis kemarin malam adalah data Kepercayaan Konsumen AS versi Conference Board. Indeks tersebut melesat ke level tertinggi 18 tahun di bulan September ini. Hal itu mengindikasikan bahwa dampak buruk perang dagang AS dengan China belum memberikan imbas pada kepercayaan konsumen AS.

emas

Data Kepercayaan Konsumen AS dapat menjadi indikasi awal untuk pengeluaran konsumen, yang merupakan salah satu komponen dalam pertumbuhan ekonomi (GDP). Dalam menentukan kebijakan moneter, The Fed senantiasa memonitor level pertumbuhan tersebut. Oleh sebab itu, kenaikan Kepercayaan Konsumen AS secara tidak langsung dapat semakin mendukung kemungkinan The Fed untuk menaikkan suku bunga. Padahal, kenaikan suku bunga AS merupakan isu utama yang akan menghambat kenaikan harga emas.

Menurut Stephen Innes, kepala analis OANDA di Singapura, harga emas masih bergerak di rentang $1,200, dengan sejumlah posisi short yang ditutup untuk mengantisipasi kebijakan The Fed di luar ekspektasi, seperti misalnya memberikan isyarat jeda kenaikan suku bunga tahun depan. Namun, apabila The Fed memberikan pernyataan dovish, maka harga emas akan naik menembus level kritis $1,210.

Harga Emas Turun

Harga emas spot turun 0.1 persen ke $1,200.18 pada pukul 07:57 WIB pagi tadi. Sedangkan harga emas futures untuk pengiriman Desember tak berubah di level 1204.6 per troy ons. Sementara itu, grafik XAU/USD hourly di bawah ini menunjukkan pergerakan flat di level 1,201.45. ( Mbs-Rifan-Financindo-Berjangka )

Lihat : Rifanfinancindo

Sumber : seputarforex.com