Harga Minyak Rebound

Rifan Financindo Berjangka ? Minyak berjangka menetap lebih tinggi pada penutupan sesi Selasa, mengalami rebound dari penurunan sebelumnya dikarenakan terjadinya kesepakatan atas program nuklir Iran.

Keraguan tentang kemampuan Iran untuk dengan mudah meningkatkan produksi minyak mentah meredakan beberapa kekhawatiran mengenai banjir pasokan di pasar minyak.

?Mungkin masih butuh waktu beberapa lama untuk memproduksi minyak pada tingkat optimal. Namun, Iran memang memiliki sejumlah besar minyak dalam cadangan mereka, yang siap untuk memukul pasar,? kata Naeem Aslam, kepala analis pasar di AvaTrade.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk kontrak bulan Agustus naik 84 sen atau 1,6% untuk menetap di $ 53,04 per barel di New York Mercantile Exchange, dimana merupakan penyelesaian tertinggi sejak tanggal 2 Juli. Namun, harga tersebut segera diperdagangkan serendah $ 50,88 setelah pengumuman kesepakatan Iran. Brent mentah untuk kontrak bulan Agustus naik 66 sen atau 1,1% ke $ 58,51 per barel setelah diperdagangkan serendah $ 56,43.

Minyak berjangka turun setelah berita bahwa Iran, AS dan lima kekuatan dunia lainnya berhasil melakukan kesepakatan pada perjanjian nuklir. Kesepakatan itu memblokir jalan Iran untuk senjata nuklir dan sebagai gantinya, meringankan sanksi ekonomi terhadap Iran, yang memungkinkan untuk memperluas ekspor energi dan meningkatkan minyak ke pasar yang sebenarnya sudah banjir pasokan.

Di di Nymex pada sesi Selasa, harga bensin untuk bulan Agustus turun hampir satu sen atau 0,5%, ke $ 1,931 per galon dan minyak pemanas untuk kontrak bulan yang sama turun kurang dari satu sen juga untuk diperdagangkan di level $ 1,725 ??per galon. Gas alam untuk kontrak bulan Agustus turun 2,4 sen atau 0,8%, ke level $ 2,84 per juta British thermal unit.

Sumber :?http://financeroll.co.id/news/harga-minyak-rebound-3/