Harga Minyak WTI Anjlok Pekan Lalu Meski Demand Amerika Serikat Positif

Rifan Financindo Berjangka -?Harga minyak mentah?WTI di bursa Nymex pada penutupan perdagangan pekan lalu, 13-17 Oktober 2014, terpantau ditutup dengan mengalami pelemahan secara agregat sepekan. Pelemahan harga minyak mentah WTI di bursa Nymex dipicu oleh kondisi demand global yang lesu pada minyak mentah.

Pergerakan harga?minyak mentah?WTI pada perdagangan pekan lalu terpantau lebih didominasi oleh trend pelemahan sehingga mengalami pelemahan signifikan dalam sepekan. Dari total 5 hari perdagangan pekan lalu, harga minyak mentah WTI ditutup melemah dalam 3 hari perdagangan dan sisanya ditutup menguat. Secara garis besar, pelemahan pada pekan lalu dipicu oleh anjloknya harga pada perdagangan tengah pekan seiring rilis data proyeksi demand global oleh International Energy Agency.

Pada hari pertama perdagangan pekan lalu, harga minyak mentah WTI telah memperlihatkan pola yang masih tertekan oleh kondisi demand global yang lesu. Sentimen negatif kuat dari indikasi lesunya perekonomian global yang akan berdampak pada penurunan demand minyak mentah dunia membuat harga minyak mentah WTI masih berada dalam kondisi lemah. Dampak dari hal tersebut, pergerakan harga pun ditutup di zona merah Senin pekan lalu.

Di hari kedua perdagangan pekan lalu, harga minyak mentah WTI pun kian melemah. rilis data IEA (International Energy Agency) terkait demand minyak mentah dunia kian memperburuk posisi?fundamental?pada minyak mentah. Rilis data IEA yang memperkirakan demand global akan turun hingga 250.000 barrel per hari akibat lesunya ekonomi global, memberikan tekanan fundamental kuat baru. Dampak dari hal tersebut, harga minyak mentah WTI pun terus melemah di hari perdagangan ke-2 hingga ke-3.

Memasuki hari ke-4 perdagangan pekan lalu, akhirnya harga minyak mentah mulai mendapatkan dorongan fundamental untuk mengalami penguatan. Rilis data EIA yang menunjukan penurunan persediaan bensin AS menunjukan bahwa demand minyak mentah di AS masih cukup kuat dan memicu harga minyak mentah WTI terdorong menguat. Adapun rilis data persediaan EIA menunjukan penurunan persediaan bensin sebesar 4 juta barrel sementara persediaan minyak mentah naik hingga 8,923 juta barrel. Dampak dari sentimen positif tersebut, berhasil memicu harga minyak mentah WTI untuk menguat di dua hari perdagangan akhir pekan.

Pada penutupan perdagangan minyak mentah WTI pekan lalu di bursa?Nymex, harga minyak mentah WTI terpantau ditutup melemah signifikan secara agregat sepekan. Harga minyak mentah WTI berjangka NYmex untukkontrak?Desember 2014 ditutup turun hingga 3,58% ke tingkat harga $82,06/barrel atau melemah $3,05/barrel.

Sementara pada penutupan perdagangan minyak mentah brent, harga minyak mentah brent juga mengalami pelemahan agregat sepekan dalam level signifikan pekan lalu. Harga minyak mentah brent berjangka Nymex untuk kontrak Desember 2014 ditutup turun hingga 4,66% ke tingkat harga $86,16/barrel atau melemah $4,21/barrel.

Analyst Vibiz?Research?Center memprediksi harga minyak mentah akan cenderung kembali melemah pada perdagangan pekan ini. Hal tersebut dilandasi oleh ekspektasi akan rilisnya data-data GDP global yang diperkirakan negatif pada pekan ini. Terkait pergerakan harga, range normal diprediksi akan berada di kisaran $75-$87 pada minyak mentah WTI dan $80-$92 pada minyak mentah brent.

Sumber :?http://vibiznews.com/2014/10/20/harga-minyak-wti-anjlok-pekan-lalu-meski-demand-amerika-serikat-positif/