RIFANFINANCINDO BERJANGKA PEKANBARU | Harga Produsen AS November Naik, Greenback Ambil Nafas Jelang Fed Meeting

Rifanfinancindo Pekanbaru – Indeks Harga Produsen AS mencatatkan kenaikan cukup signifikan di bulan November menurut laporan yang dipublikasikan oleh Labor Departement pada hari Selasa (12/12), didorong oleh lonjakan harga bensin dan barang barang kebutuhan lainnya. Alhasil data PPI malam ini menjadi kenaikan tahunan terbesar dalam enam tahun.

Harga Produsen AS November Naik,

Departemen terkait melaporkan data PPI atau Inflasi Produsen AS bulan lalu secara menyakinkan naik 0.4 persen, sesuai dengan ekspektasi ekonom sekaligus melanjutkan kenaikan 0.4 persen pada periode Oktober dimana sudah berlangsung selama tiga bulan beruntun kenaikan dalam margin yang sama. Dalam basis tahunan, PPI naik sebesar 3.1 persen atau rekor terbesar sejak Januari 2012 lalu.

Sementara itu Core PPI atau tidak memasukan kategori makanan dan energi mencatatkan kenaikan 0.3 persen bulan lalu, lebih baik dibandingkan forecast ekonom untuk kenaikan 0.2 persen dan sedikit melambat dari kenaikan 0.4 persen pada periode bulan sebelumnya. Secara YoY, Core PPI telah naik 2.4 persen, menjadi kenaikan terbesar sejak Agustus 2014.

Kenaikan Indeks Harga Produsen secara menyakinkan dapat membantu mendorong laju trend Inflasi PCE yang menjadi indikator bagi Fed sebelum mengambil kebijakan moneter terkait suku bunga. Rendahnya Inflasi AS membuat beberapa pejabat Fed khawatir, meski pada akhirnya sebagian besar dari mereka setuju dilakukannya Rate Hike untuk kali ketiga tahun 2017 pada pertemuan Rabu besok.

Harga bahan bakar meroket 15.8 persen bulan lalu – terbesar sejak Agustus 2009 — setelah turun 4.6 persen di bulan Oktober. Selain itu kenaikan juga terjadi pada kategori grosir makanan yang meningkat 0.3 persen bulan lalu, melanjutkan kenaikan 0.5 persen bulan Oktober. Untuk kategori biaya layanan kesehatan tidak mengalami kenaikan pada bulan lalu setelah naik 0.3 persen bulan Oktober.

Dollar AS Menguat Jelang Kenaikan Suku Bunga Fed

Pergerakan Dollar pada malam ini terpantau menguat terhadap sebagian besar major currency terutama versus Euro. Investor tengah menanti hasil pertemuan Fed yang akan diumumkan pada hari Rabu besok. Meski hampir dapat dipastikan suku bunga akan naik, fokus pelaku pasar lebih tertuju pada statement Janet Yellen selaku ketua Fed.

Pada pukul 23:23 WIB, Greenback menguat terhadap Euro, Sterling dan beberapa mata uang utama lainnya. Pair EUR/USD berada di level 1.1724 atau bergerak menjauhi level high harian 1.1792; pair GBP/USD berada di level 1.3322 dan USD/JPY di level 113.66. ( Mbs-rifan financindo berjangka )

Lihat : Rifan Financindo

Sumber : seputarforex