IHSG Diperkirakan Masih Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Financeroll???Target pelemahan IHSG selanjutnya ke level 4.800, kondisi ini tyerjadi setelah tembus ke bawah 5.000.? Pemodal?saham?disarankan beli saham secara selektif saat asing beli saham secara konsisten.? Diperkirakan ?laju IHSG selama Oktober 2014 masih akan penuh dengan tekanan negatif. Sinyalnya sudah bisa dilihat dalam sepekan terakhir di mana investor asing banyak menjual saham melebihi Rp 5 triliun ke kisaran Rp 6 triliun.

Tekanan jual dari asing, kemungkinan masih akan berlanjut. Sebab, asing sedang berada dalam program untuk rebalancing portofolio mereka. ?Terlebih, dengan kondisi rupiah yang melemah. Ini akan memberikan efek negatif bagi pergerakan IHSG. Sebab,?investor asing?jadi cukup alasan untuk profit taking.? Tercatat, pada akhir pekan pertama Oktober, Jumat (3/10), IHSG melemah di atas 1% ke 4.949. ?

Perlu juga dipahami, kondisi pasar yang penuh tekanan bersifat hanya sementara. Momen seperti ini, justru dapat dimanfaatkan oleh investor jangka panjang untuk terus mengakumulasi pembelian untuk saham saham tertentu yang memungkinkan akan memberikan?capital gain?yang cukup besar dalam beberapa waktu ke depan.? IHSG telah menjajal support 4.933.? Jika berhasil bertahan di atas angka tersebut, pola technical rebound akan kembali terlihat dengan target resistance terdekat 5.054.

Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain: ???PT XL Axiata (EXCL), PT Indosat (ISAT), PT Astra International (ASII), PT?Bank Negara Indonesia?(BBNI), PT Kimia Farma (KAEF), PT Unilever Indonesia (UNVR), PT Timah (TINS), PT Pembangunan Perumahan (PTPP), PT Total Bangun Persada (TOTL), dan ?PT Bank Central Asia (BBCA).

Meski demiian, tidak menutup kemungkinan, jika sentimen membaik seiring pelantikan Jokowi jadi presiden pada 22 Oktober, pengumuman menteri-menteri, indeks akan menguat kembali ke posisi 5.300. Hanya saja, untuk menguat lebih dari 5.300, agak sulit bagi IHSG.? Sebab, fundamental perusahaan-perusahaan di Indonesia sedang melambat. Sektor tambang belum pulih, sektor-sektor lainnya terdampak oleh penguatan dolar AS. Level 5.300 bisa menjadi resistance sebulan ke depan, karena untuk melampaui level tersebut akan sulit.

Selain itu, kinerja keuangan ??untuk kuartal III-2014, juga masih melemah. Menurut saya, kinerja keuangan belum akan alami perubahan yang berarti.Laporan keuangan, belum bisa digadang-gadang jadi katalis positif IHSG sebulan ke depan karena terjadi pelambatan di berbagai lini.

Secara historis, Oktober 2012, 2013, 2011, 2010, tercatat IHSG positif. Dalam lima tahun terakhir, IHSG positif di bulan Oktober. Hanya Oktober 2008 yang turun banyak hingga 31% karena faktor krisis moneter.? Untuk Oktober 2014, kemungkinan masih berat. Artinya, kalaupun menguat akan tipis, bahkan ada peluang pembalikan arah melemah.

Secara teknikal IHSG juga membentuk pola?doji. Dibuka awal Septmber di 5.159 dan tutup akhir September di 5.137,579. IHSG membentuk doji yang menjadi sinyal tekanan ke bawah. Sebab, level penutupan lebih rendah dari harga pembukaan.

?Para investor saham disarankan mengikuti arus pergerakan IHSG. Sebab, potensi IHSG mendapatkan sentimen positif dari pembentukan kabinet masih ada. Aksi selective buying bisa dilakukan. Pilih secara selektif, saham-saham yang berhubungan erat dengan sentimen tersebut, terutama saham-saham berkapitalisasi besar.?

Sumber : http://financeroll.co.id/news/ihsg-diperkirakan-masih-melemah-sejumlah-saham-layak-dipertimbangkan-5/