IHSG Diperkirakan Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Rifan Financindo Berjangka -?Laju IHSG pada Jumat (30/1) diprediksi berada pada rentang support 5.243-5.255 dan resisten 5.270-5.276.??Secara teknis, pola Dragonfly doji menuju area?middle bollinger band?(MBB).?Moving Average Convergence-Divergence(MACD) masih bertahan dari death cross dengan histogram positif yang menurun.

Sementara The Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William?s %R cenderung berbalik turun. Laju IHSG kembali gagal mendekati area target resisten (5.275-5.280) namun, bertahan di area target support (5.245-5.255). ?Walaupun masih ada aksi beli yang menahan pelemahan lebih dalam namun, IHSG telah membentuk tren penurunan jangka pendek. Belum adanya sentiment positif membuat laju IHSG masih dalam bayang-bayang pelemahan. ?Perlu untuk ?dicermati perubahan yang yang terjadi dan waspadai adanya potensi pelemahan lanjutan jika sentimennya masih negatif.

Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:??Saham PT Lippo Karawaci (LPKR) dalam kisaran support-resisten Rp 1.080-1.195. Three inside up dekati upper Bollinger band (UBB). Stochastic bergerak naik diikuti peningkatan parabolic SAR. Trading buy selama di atas Rp 1.130.??Saham PT Lippo Cikarang (LPCK) dalam kisaran support-resisten Rp 11.150-11.550. Spinning sentuh UBB. Target resisten Rp 11.500 tercapai namun, gagal bertahan seiring mendatarnya mass index. Trading sell jika Rp 11.400 gagal bertahan.???Saham PT AKR Corporindo (AKRA) dalam kisaran support-resisten Rp 4.580-4.750. White marubozu di area UBB. Momentum bergerak naik diikuti peningkatan RoC. Trading buy selama di atas Rp 4.675.

Berikutnya saham PT Pakuwon Jati (PWON) dalam kisaran support-resisten Rp 475-525. Three inside up lewati Middle Bollinger Bands (MBB). RoC bergerak naik diikuti peningkatan momentum. Akumulasi beli selama di atas Rp 485.? Saham PT Bumi Serpong Damai (BSDE) dalam kisaran support-resisten Rp 1.980-2.025. Doji star di atas area lower Bollinger band (LBB). MFI mengalami kenaikan diikuti peningkatan RoC. Trading buy selama di atas Rp 1.985. ??Saham PT Wijaya Karya (WIKA) dalam kisaran support-resisten Rp 3.635-3.715. Spinning bertahan di atas Middle Bollinger Bands (MBB). Stochastic bergerak naik diikuti peningkatan volume beli. Trading buy selama di atas Rp 3.665.

Pada perdagangan Kamis (29/1), IHSG ?ditutup turun 6,134 poin (0,12%) ke posisi 5.262,718.?? Sepanjang perdagangan, indeks mencapai level tertingginya 5.226,989 atau turun 1,863 dan mencapai level terlemahnya 5.253,452 atau turun 15,4 poin.

Secara teknis, ?dari pembentukan chart, laju IHSG sedang wait and see terhadap suatu sentimen. Asumsi kami, IHSG menunggu kejelasan dari rilis hasil pertemuan The Fed sehingga potensi penguatan masih tertahan aksi jual. Tetap cermati perubahan yang yang terjadi dan waspadai adanya potensi pelemahan lanjutan jika sentimennya masih negatif.

Terlihat pasca tuntasnya pertemuan The Fed kemarin malam tidak banyak memberikan imbas positif pada bursa saham AS sendiri sehingga direspons negatif oleh pelaku pasar di Asia, termasuk Indonesia. Bahkan juga tidak berpengaruh pada nilai tukar di mana dolar AS masih ramai ditransaksikan sehingga berimbas pada melemahnya laju rupiah. Adapun investor asing kembali mencatatkan nett sell (dari net sell Rp 424,06 miliar menjadi net sell Rp 30,57 miliar).

Kurs Rupiah masih melanjutkan pergerakan negatifnya setelah laju dolar AS kian bergerak naik pasca selesainya pertemuan The Fed. Turunnya rupiah juga dibarengi dengan penurunan Won pasca memangkas suku bunga acuannya dan turunnya Yen seiring dengan pelemahan pada investasi saham dan obligasi serta penjualan ritelnya.

Masih melemahnya laju bursa saham China yang dimotori saham-saham teknologi memberikan imbas negatif pada laju bursa saham Asia lainnya. Di sisi lain, pelaku pasar juga merespon negatif kebijakan regulator China yang akan meningkatkan pengawasannya terhadap transaksi marjin.? Pasca menguat terbatas, laju bursa saham Eropa bergerak melemah seiring respon negatif terhadap rilis beberapa kinerja keuangan yang di bawah estimasi Royal Dutch Shell Plc., Vallourec SA., hingga Repsol SA termasuk diantara emiten yang kinerjanya menurun seiring dengan tren turun harga minyak mentah dunia.

Sumber :?http://financeroll.co.id/news/ihsg-diperkirakan-melemah-sejumlah-saham-layak-dipertimbangkan-50/