IHSG Diperkirakan Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Rifan Financindo Berjangka???Laju IHSG pada perdagangan Jumat (17/10) diprediksi berada pada rentang support 4.920-4.932 dan resisten 4.955-4.981.? Secara teknis, indeks membentuk pola inverted hammer di bawah?middle?bollinger band?(MBB).?Moving Average Convergence-Divergence?(MACD) masih bergerak melemah dengan histogram negatif yang memendek. Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William?s %R sedikit mengalami penurunan.

Pergerakan IHSG mampu bertahan di atas kisaran target support (4.933-4.950) dan sempat melewati target resisten (4.967-4.975) meskipun gagal bertahan dan kembali berada di bawah target resisten tersebut.? Laju IHSG mampu menutup utang gap 4.941-4.943 namun, gagal bertahan di zona hijau. Tetap mewaspadai potensi kelanjutan pelemahan jika laju bursa?saham?global tak kunjung membaik.

Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:? Saham PT Bank Negara Indonesia (BBNI) dalam kisaran Rp 5.425-5.700. Hanging man lewati area Middle Bollinger band (MBB). Target resisten 5.600 mampu berhasil bertahan yang didukung kenaikan stochastic. Maintained buy selama berada di atas Rp 5.550.? Saham PT Summarecon Agung (SMRA) dalam kisaran Rp 1.170-1.245. Shooting star lewati Middle Bollinger Band (MBB) melanjutkan penguatan sebelumnya yang diiringi kenaikan?parabolic SAR. Resisten Rp 1.195 sempat terlewati. Trading buy selama berada di atas Rp 1.200.

Kemudian saham PT Elnusa (ELSA) dalam kisaran Rp 510-575. Belt hold di atas lower Bollinger band (LBB). Volume beli mulai meningkat diikuti peningkatan william?s %R. Trading buy selama berada di atas Rp 540.? Saham PT Bank Tabungan Negara (BBTN) dalam kisaran Rp 1.085-1.200. Target support Rp 1.185 mampu ditahan diikuti masih berlanjutnya kenaikan Relative Strength Index (RSI). Maintained buy selama berada di atas Rp 1.140.? Saham PT Charoen Pokphan Indonesia (CPIN) dalam kisaran Rp 3.795-4.100. Three white soldier di area Middle Bollinger Band (MBB). Momentum bergerak naik diikuti kenaikan volume beli. Maintained buy selama berada di atas Rp 3.955.

Pada perdagangan Kamis (16/10) IHSG ?ditutup melemah 11,326 poin (0,228%) ke posisi 4.951,614. Sepanjang perdagangan, IHSG mencapai level tertingginya 4.976,397 dan terendah 4.925,031.? Laju IHSG yang di awal sesi masih bergerak di zona merah seiring dengan imbas rilis NY empire state manufacturing index, retail sales, chain store sales, dan business inventories AS yang mengalami pelemahan.

Meski demikian ?di sesi kedua, laju IHSG mampu berbalik menguat meskipun secara intraday perdagangan di menit-menit terakhir laju IHSG sedikit kembali masuk ke zona merah.? Posisi asing masih tetap jualan yang mencapai nett sell Rp 327,04 miliar lebih tinggi dari sehari sebelumnya Rp 183 miliar.? Kembali melemahnya laju bursa saham Asia mengurangi ketahanan IHSG di zona hijau. Rupiah yang sempat kembali terapresiasi juga tidak cukup kuat mengimbangi laju IHSG.? Hijaunya mayoritas sektor saham juga sempat membawa IHSG ke zona hijau namun, dengan kembalinya aksi jual pelaku pasar membuat hanya sektor industri dasar, properti,?dan pertambangan?yang menghijau.?

Sumber 😕http://financeroll.co.id/news/ihsg-diperkirakan-melemah-sejumlah-saham-layak-dipertimbangkan-37/