IHSG Diproyeksi Lanjutkan Penguatan

IHSG Diproyeksi Lanjutkan Penguatan

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA?-?Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini?diproyeksi?masih berada di area konsolidasi, dengan kecenderungan untuk melanjutkan?penguatan?dari hari kemarin.
?
Analis Teknikal Mandiri Sekuritas Ayyi Achmad Hidayah mengungkapkan, IHSG masih diperdagangkan di atas EMA 200 hari.
Indeks bergerak variatif (mixed) untuk kemudian ditutup menguat pada level 4.962 atau naik 0,82% pada perdagangan kemarin.
“Indikator RSI masih di area konsolidasi. Hari ini indeks akan cenderung menguat dan coba menguji resistance 4.993 dengan support di 4.900,” katanya, Rabu (15/10/2014).
Sementara, pasar saham Amerika Serikat (AS) kembali melemah seiring negatifnya rilis data penjualan ritel Paman Sam. Koreksi dialami oleh indeks Dow Jones Industrial?Avg?sebesar 1,06% dan indeks S&P500 sebesar 0,81%.
Dari pasar Asia, pergerakan pasar saham dipengaruhi kekhawatiran Ebola dan suhu politik di Hong Kong yang kembali memanas. Koreksi pasar saham Asia ditunjukkan oleh indeks Nikkei 225 di Jepang sebesar 1,81%.
Sementara harga?kontrak?berjangka (futures) komoditas juga terkoreksi. Harga minyak mentah WTI turun 1% ke level USD80,96 per barel. Sedangkan harga emas Comex terkoreksi 0,31% ke posisi USD1.240,90 per troy ounce.
Dari dalam negeri, situasi politik tanah air mulai mencair selepas safari politik yang dilakukan presiden terpilih Joko Widodo.
Pertemuannya dengan para pimpinan partai yang tergabung dalam koalisi merah putih memberikan optimisme baru terhadap jalannya pemerintahan yang lebih lancar kedepan.
Sementara, revisi Permendag 56/M-DAG/2014 tentang Perubahan Atas Permendag 70/M-DAG/2013 berpotensi menyerap turis asing belanja di indonesia.
Revisi Permendag tersebut akan menjadi Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanja dan Toko Modern dan membuat pengelola pusat perbelanjaan diberi kelonggaran terhadap penjualan produk-produk asing.
Para pengusaha yakin dengan banyaknya merek dalam dan luar negeri di pusat perbelanjaan akan banyak menyerap turis yang ingin belanja di Indonesia.
Menurutnya, revisi Permendag tersebut juga bisa membuat pusat perbelanjaan memiliki peran yang besar dalam menyelamatkan devisa negara, karena menarik konsumen dalam negeri untuk berbelanja di Indonesia dan tak perlu ke luar negeri.