IHSG Kembali Melaju di Jalur Hijau

RIFAN FINANCINDO BERJANGKA ? ?Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pembukaan hari ini berhasil bangkit dan melaju ke zona hijau atau menguat, ?setelah kemarin bergerak sulit keluar dari tekanan. Bursa saham nasional ?dibuka naik 21,31 poin atau 0,39% ke level 5.425,31, ?di tengah terpelesetnya mayoritas bursa utama Asia.

Sektor di dalam negeri pada hari ini terlihat bergerak pada tren positif dipimpin kenaikan tertinggi pada aneka industri sebesar 1,83%. Sedangkan sektor satu-satunya yang melemah adalah infrastruktur 0,16%.

Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp594 triliun dengan 848 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp93,9 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp168,7 miliar dan aksi beli sebesar Rp262,6 miliar. Tercatat 136 saham menguat, 59 saham melemah dan 82 saham stagnan.

Saham-saham yang menguat di antaranya PT Astra International Tbk. (ASII) naik Rp175 menjadi Rp8.375, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) meningkat Rp140 menjadi Rp4.560 dan PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) bertambah Rp90 menjadi Rp4.000.

Saham yang melemah di antaranya, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp600 menjadi Rp65.700, PT Polaris Investama Tbk (PLAS) berkurang Rp155 menjadi Rp1.435 dan PT Bumi Citra Permai Tbk. (BCIP) menyusut Rp60 menjadi Rp1.300.

Sementara pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup berkurang 13,15 poin atau setara dengan 0,24% ke level 5.403,99. Pelemahan IHSG tersebut terjadi saat kebanyakan pasar saham Asia bergerak variatif, lantaran pelaku pasar masih bersikap wait and see jelang Pidato Gubernur Bank Sentral AS (Fed) Janet Yellen di Jackson Hole

Dilansir Reuters, Kamis (25/8) pasar saham utama Asia terpeleset mengiringi kejatuhan Wall Street. Jelang akhir pekan, indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang kehilangan 0,3%. Sedangkan saham Australia tercatat turun sebesar 0,1% ketika indeks Kospi Korea Selatan anjlok 0,18 poin atau 0,01% ke level 2.043,58.

Pelemahan juga terjadi pada indeks Nikkei Jepang yang turun 0,27% atau setara dengan 45,20 poin ke posisi 16.552,10 untuk mengiringi indeks Shanghai yang berkurang 20,80 poin atau 0,67% ke level 3.065,08. Di sisi lain indeks Straits Times menanjak 0,07% dan indeks Hang Seng juga menghijau dengan kenaikan 26,91 poin.

Wall Street berakhir lebih rendah pada akhir perdagangan kemarin waktu setempat, terseret penurunan beberapa sektor seperti kesehatan, materials dan energi. Sementara mayoritas investor masih terus menimbang seputar kemungkinan kenaikan suku bunga acuan AS atau Fed rate dalam beberapa bulan mendatang.

Berdasarkan data Reuters, Kamis (25/8) indeks Dow Jones industrial average jatuh sebesar 65,82 poin atau 0,35% ke level 18.481,48, sedangkan indeks S & P 500 kehilangan 11,46 poin atau 0,52% ke posisi 2.175,44. Pelemahan juga terjadi pada komposit Nasdaq yang menyusut 42,38 poin atau 0,81% ke level 5.217,70.

Sektor kesehatan SPXHC mencetak penurunan paling besar sejak 24 Juni yakni sebesar 1,6% yang tersandung pelemahan saham Mylan (MYL.O) dengan besaran kejatuhan 5,4%. Sedangkan sektor materials SPLRCM juga berakhir lebih rendah 1,2% ketika perusahaan tambang raksasa seperti Newmont (NEM. N) dan Freeport-McMoRan (FCX. N) mencetak hasil buruk.

Selain itu, Indeks S & P 500 kehilangan lebih dari 7% saat emas dunia anjlok ke posisi terendah dalam satu bulan ketika USD berlari kencang. Indeks S & P 500 bergerak pasang surut sepanjang pekan saat komposit Nasdaq sempat mencetak rekor. ?Sekitar 6,09 miliar saham diperdagangkan pada pasar saham AS, dibandingkan rata-rata harian 6,26 miliar dalam 20 sesi.

Pasar saham sendiri masih menunggu pidato Gubernur The Fed Janet Yellen di Jackson Hole, Wyoming tengah pekan ini untuk mendapatkan sinyal seputar arah kebijakan moneter AS Hawkish komentar dari beberapa pejabat Fed, termasuk Wakil Ketua Stanley Fischer, telah menaikkan harapan bahwa Yellen kemungkinan akan kembali menaikkan suku bunga acuan pada bulan September.(Mbs-rifan financindo berjangka)

Sumber :?financeroll