IHSG Melemah Sejak Pembukaan

Rifan Financindo Berjangka ? Pergerakan IHSG sesi I masih terkikis? 17,51 poin atau 0,36% ke level 4.817,06. Pada pembukaan perdagangan tadi pagi bursa saham Tanah Air dibuka melemah 34,21 poin atau 0,71% ke level 4.800,36. Dan pada perdagangan kemarin ditutup berkurang 0,82% atau 39,74 poin ke level 4.834,57.

Beberapa sektor saham di dalam negeri pada siang hari ini bergerak variatif. Sektor dengan pelemahan terdalam terjadi pada aneka industri yang melemah 1,03%. Sementara, sektor yang menguat yakni perdagangan dengan kenaikan sebesar 0,77%.

Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp 1,89 triliun dengan 2,78 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp 106,2 miliar dengan aksi jual asing mencapai Rp 596,3 miliar dan aksi beli asing sebesar Rp 490,1 miliar. Tercatat 88 saham menguat, 167 saham melemah dan 84 saham stagnan.

Beberapa saham-saham yang menguat di antaranya PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI), PT Surya Toto Indonesia Tbk. (TOTO), dan PT Mayora Indah Tbk. (MYOR). Sedangkan saham-saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), PT Unggul Indah Cahaya Tbk. (UNIC) serta PT Astra International Tbk. (ASII).

Sebagai informasi, Bursa Efef Indonesia (BEI) meresmikan pusat informasi Go Public untuk meningkatkan minat go public perushaan-perusahaan Indonesia. Saat ini minat perusahaan di Indonesia untuk go public masih rendah, perusahaan tercatat di Indonesia sebanyak 527 emiten dibandingkan dengan bursa Thailand 644 emiten, Singapura 766 emiten, dan Malaysia 904 emiten.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulitio mengatakan, pusat informasi Go Public merupakan sarana konsultasi bagi perusahaan yang ingin mengenal lebih dekat go public dengan BEI maupun para penjamin pelaksana emisi (underwriter). Selain itu, fasilitas tersebut bertujuan utuk mendekatkan bursa dengan perusahaan potensial.

Pendirian pusat informasi Go Public juga bertujuan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan informasiyang komprehensif tentang manfaat go public, proses go public dan persiapan serta persyararatan yang perlu dilakukan dan dipenuhi perusahaan.

Masih rendahnya perusahaan tercatat di BEI karena masih banyak perusahaan yang beranggapan bahwa go public hanya untuk perusahaan yang membutuhkan pendanaan saja.(Mbs-Rifan Financindo Berjangka)

Sumber :?financeroll