Impor Tiongkok Turun, Harga Emas Juga Turun

Rifan Financindo Berjangka ? Harga emas dalam perdagangan di bursa berjangka?Comex, New York?untuk kontrak pengiriman bulan Desember ditutup dengan penurunan sebesar 1,3 % ke harga $1.138.30 per ons. Ini merupakan penurunan terbear dalam harga emas semenjak turun pada 20 Juli kemarin. Jatuhnya harga emas diikuti dengan penurunan harga perak sebesar 1,6 %, platinum turun 2,1 5.

Tiongkok masih menjadi sentimen utama penggerak pasar saat ini. Berbagai data menunjukkan adanya perlambatan atau penurunan ekonomi Tiongkok. Sentimen ini menjadi penggerak negatif pasar, terlebih setelah Tiongkok akhirnya memangkas suku bunganya sebesar 25 basis point. Kondisi ekonomi yang memprihatinkan ini semakin memperkuat keyakinan pasar bahwa pasar logam masih akan merangkak. Sebagaimana tercatat, bahwa Tiongkok menjadi sumber permintaan pasar bagi 22% logam yang diperlukan dalam perlengkapan pengatur polusi.

Impor Logam Tiongkok Turun

Pihak?Bea Cukai?Tiongkok melaporkan pada minggu lalu bahwa terjadi penurunan impor logam dengan catatan paling tajam dibulan Juli sebesar 42% atau 1,27 metrik ton dari tahun sebelumnya. Sementara data yang lain melaporkan bahwa tingkat pembelian kendaraan di Tiongkok mengalami penurunan paling besar dalam 17 bulan terakhir ini di bulan Juli kemarin.

Suku bunga yang rendah dibarengi dengan permintaan logam yang masih lemah pula, menebalkan keyakinan bahwa permintaan logam Tiongkok masih belum bisa pulih selekasnya. Sebagaimana hukum pasar, produksi yang berlebihan ditengah rendahnya permintaan akan membuat harga komoditi menurun pula.

Sementara itu, indek konsumen AS, Indek Conference Board pada bulan Agustus mencatat kenaikan dengan catatan posisi tertinggi kedua dalam delapan tahun terakhir ini. Ini memberikan landasan bagi the Federal Reserve untuk menaikkan suku bunganya. Langkah ini akan menjadi yang pertama dalam jangka waktu hampir satu dekade. Kenaikan suku bunga AS akan membuat daya pikat emas mengalami penurunan.

Kazakhstan dan Malaysia Meningkatkan Cadangan Devisa Emas

Dalam catatan terbaru di halaman situs?The International Monetary Fund (IMF), Kazakhstan telah meningkatkan cadangan devisa emasnya bersama dengan Malaysia dalam rentang 34 bulan hingga Juli kemarin. Sebaliknya ?Kolombia?mengalami penurunan cadangan devisa emasnya. Menurut IMF, setidaknya Kazakhstan telah belanja emas dan menaikkan cadangan devisanya sebesar 2,49 metrik ton menjadi sejumlah sekitar 208,14 ton, sementara Malaysia menambah 0.62 ton hingga menjadi 37.9 ton. Kolombia melepas cadangan devisa emasnya sebesar 64 % menjadi tinggal 3,76 ton.

Harga emas turun ke posisi termurahnya dalam lima tahun terakhir ini dibulan lalu menguat pada bulan Agustus kemarin setelah data-data ekonomi AS mengalami koreksi. Sebagaimana dipahami bahwa membaiknya kondisi ekonomi AS adalah prasyarat The Fed untuk menaikkan suku bunganya. Meski digadang-gadang akan menaikkan suku bunga pada September ini, atau selambat-lambatnya diakhir tahun ini, namun dengan data ekonomi yang sedikit mendingin telah membuat pasar berspekulasi kenaikan suku bunga akan molor dari rencana semula.

Langkah Tiongkok mendevaluasi?Yuan?pada 11 Agustus kemarin juga mengejutkan pasar dan mendorong sejumlah pelaku untuk melakukan aksi beli. Kondisi ekonomi yang mengkhawatirkan, menjadi pijakan mereka untuk kembali memilih emas sebagai aset pengaman investasinya. Tiongkok menyatakan pada 14 Agustus kemarin bahwa mereka menaikkan cadangan emasnya dari total 1.677,4 ton dari bulan sebelumnya sebesar 1.658 ton.

Meskipun pada semester kedua ini diperkirakan akan mengalami peningkatan pembelian emas, namun catatan setahun diperkirakan masih akan mendatar jumlahnya di tahun ini, sedatar 2014. Salah satu faktor adalah diversifikasi cadangan devisa oleh negara-negara berkembang yang sangat kuat.

Nilai tukar?Ringgit?Malaysia menurun ke posisi terendah dalam 17 tahun terakhir ini pada 21 Agustus kemarin. Jatuhnya harga minyak mentah dipasar dunia semakin memperparah masa depan ekonomi Malaysia. Aksi jual yang melanda pasar saham di negara-negara berkembang juga berkontribusi bagi pelemahan ini. Mata Uang kazakhstan, juga turun 22$ ke posisi terendah atas Dolar AS setelah produsen energi terbesar di?Asia Tengah?ini melepaskan nilai tukar pada mekanisme pasar sejak Selasa kemarin.

Bank Sentral Masih Jadi Pembeli Utama

Bank-bank Sentral merupakan pembeli utama Emas. Pada kuartal kedua tahun ini saja, tercatat kenaikan jumlah pembelian oleh bank-bank sentral sebesar 11 persen atau naik 137,4 ton, menurut?World Gold Council.?Hingga akhir tahun ini, diperkirakan setidaknya 400 ? 500 ton Emas akan dibeli oleh mereka.

Cadangan devisa emas Rusia juga dikabarkan meningkat meskipun dalam laju paling rendah dibulan Juli kemarin, naik menjadi sebesar 1.288,2 ton, dari bulan sebelumnaya 1.275 ton. Menurut IMF, sejak 2005 cadangan emas Rusia telah meningkat tiga kali lipat.

The Federal Reserve?AS diyakini akan menaikkan suku bunganya ditahun ini. Proyeksi yang demikian ini membuat harga emas mengalami tekanan. Prediksi terbanyak, menilai harga emas akan turun setidaknya hingga $1.050 per troy ons di akhir tahun ini.

Sumber :?http://financeroll.co.id/news/impor-tiongkok-turun-harga-emas-juga-turun/