Akhir Bursa Hong Kong 19 September Naik Terdorong Masuknya Dana dari Tiongkok

Rifan Financindo Berjangka — Pada penutupan perdagangan Senin (19/09), indeks Hang Seng di Bursa Hong Kong ditutup naik 214,86 poin, atau 0,92 persen pada 23550.45. Penguatan indeks Hang Seng terdorong mengalir kembalinya arus modal dari daratan Tiongkok.

Investor Tiongkok menghabiskan 5,5 miliar yuan ($ 824.800.000) membeli saham Hong Kong pada hari Senin melalui Koneksi Bursa Shanghai-Hong Kong, sebagai saluran lintas-perbatasan yang dibuka kembali setelah suspensi empat sesi.

Sementara itu, investor juga menunggu pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal Reserve pada 20-21 September, dan hasil dari pertemuan kebijakan Bank of Japan pada hari Rabu.

Pada akhir perdagangan, sektor keuangan Hong Kong melonjak, karena minat investor Tiongkok terus meningkat terhadap saham pemberi pinjaman yang terdaftar di Hong Kong dengan dividen yang tinggi dan valuasi rendah.

Sementara itu pergerakan indeks berjangka Hang Seng naik 180,00 poin atau 0,77% pada? 23,529.00, naik dari penutupan perdagangan sebelumnya pada 23,349.00.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa indeks Hang Seng akan akan bergerak positif dengan masuknya arus dana dari Tiongkok. Juga akan mencermati pergerakan bursa Wall Street dan harga minyak mentah. Indeks Hang Seng diperkirakan akan bergerak di kisaran Support 23.031-22.557 dan kisaran Resistance 24.033-24.507.

Pada awal perdagangan bursa Hong Kong Senin (19/09), indeks Hang Seng dibuka naik, saat ini terpantau? naik 109,17 poin atau 0,47 persen pada 23444.76. Penguatan indeks Hang Seng terdorong kenaikan harga minyak mentah sesi Asia.

Pada akhir pekan bursa Wall Street melemah tertekan kekuatiran kenaikan suku bunga AS setyelah data inflasi AS naik, juga tertekan pelemahan harga minyak mentah.

Namun pelemahan Wall Street tidak berhasil menekan bursa Hong Kong, setelah harga minyak di sesi Asia rebound, memberikan sentimen penguatan bagi indeks Hang Seng.

Harga minyak mentah naik di perdagangan Asia, Senin (19/09), setelah pernyataan Venezuela bahwa negara OPEC dan non-OPEC hampir mencapai kesepakatan menstabilkan produksi dan sentimen bentrokan di Libya mengangkat kekhawatiran bahwa upaya untuk memulai kembali ekspor minyak mentah bisa terganggu.

Harga minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate naik 63 sen, atau 1,5 persen, pada $ 43,66 per barel.

Sedangkann harga minyak mentah berjangka Brent diperdagangkan pada $ 46,39 per barel pada 0046 GMT (08:46 EDT), naik 62 sen, atau 1,4 persen, dari pemukiman terakhir mereka.

Pada awal perdagangan, saham-saham yang naik adalah saham China Petroleum & Chemical Corpyang naik 2,84 persen, saham China Life Insurance Co Ltd naik 2,67 persen, saham China Unicom Hong Kong Ltd naik 2,54 persen, saham Belle International Holdings Ltd naik 2,09 persen, saham Sino Land Co Ltd naik 1,90 persen.

Sementara itu pergerakan indeks berjangka Hang Seng pagi ini terpantau naik 98,00 poin atau 0,42% pada 23,447.00, naik dari penutupan perdagangan sebelumnya pada 23,349.00.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan indeks Hang Seng selanjutnya berpotensi naik jika harga minyak mentah terus menguat. Indeks Hang Seng diperkirakan akan bergerak di kisaran Support 22.926-22.452 dan kisaran Resistance 23.927-24.454. Rifan Financindo Berjangka