Indonesia Butuh Jaringan Infrastruktur Yang Efesien dan Berkualitas

Rifan Financindo Berjangka ? Tantangan terbesar perekonomian Indonesia, dari sisi domestik, adalah masalah infrastruktur. Menjawab hal tersebut, penguatan infrastruktur konektivitas perlu terus dilakukan terutama untuk membangun akses yang lebih merata di seluruh wilayah Indonesia. Hal tersebut disampaikan Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo, dalam diskusi bertajuk ?Memperkuat Modal Dasar Konektivitas?, yang diselenggarakan Kamis, (30/07), di Palembang, Sumatera Selatan.

Gubernur Bank Indonesia juga menyampaikan bahwa Indonesia membutuhkan jaringan konektivitas fisik yang efisien dan berkualitas. Konektivitas fisik tersebut meliputi jalan, kereta api, pelabuhan, dan bandar udara serta jaringan konektivitas digital yang andal dan efisien. Tersedianya infrastruktur yang memadai secara merata di Nusantara, yang berbiaya terjangkau, dapat dengan segera menurunkan biaya logistik sehingga meningkatkan kemudahan usaha dan daya saing perekonomian secara keseluruhan.

Selanjutnya, Gubernur Bank Indonesia juga menyampaikan apresiasi terhadap usaha penguatan konektivitas fisik yang dilakukan Pemerintah, antara lain pengembangan jalan nasional, penambahan jalan tol, jalur kereta api, pengembangan dan pembangunan pelabuhan di seluruh Indonesia. Selain itu, Pemerintah juga merencanakan untuk meningkatkan konektivitas digital melalui pengembangan jaringan pita lebar (bandwidth) yang mencakup seluruh wilayah Indonesia.

Meskipun telah terdapat kesadaran akan adanya kebutuhan penguatan konektivitas di seluruh Indonesia, serta usaha mencapainya, disadari bahwa tantangan untuk memperkuat infrastruktur konektivitas masih menghadang. Untuk itulah diperlukan koordinasi yang semakin kuat antara berbagai elemen, termasuk Bank Indonesia dan Pemerintah pusat maupun daerah, untuk menemukan solusi terbaik untuk mengatasi berbagai tantangan yang ada.

Diskusi di Palembang ini diselenggarakan oleh Bank Indonesia sebagai rangkaian acara diseminasi buku Laporan Perekonomian Indonesia (LPI 2014). Buku LPI adalah publikasi rutin tahunan BI yang memuat secara komprehensif dinamika perekonomian nasional pada tahun yang bersangkutan. Mengangkat tema ?Memperkokoh Stabilitas, Mempercepat Reformasi Struktural untuk Memperkuat Fundamental Ekonomi?, buku LPI 2014 sebelumnya telah diluncurkan di Jakarta pada tanggal 29 April 2015. Sesuai dengan semangat untuk memetik pembelajaran dari perjalanan ekonomi di tahun sebelumnya, diseminasi LPI menyertakan diskusi mengenai topik ekonomi yang menyertakan berbagai elemen terkait, seperti Pemerintah pusat maupun daerah.

Sumber :?http://financeroll.co.id/news/indonesia-butuh-jaringan-infrastruktur-yang-efesien-dan-berkualitas/